Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

5.27.2017

Tata Cara Pendaftaran di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi (Islamic University of Medina)

Ada tiga tahap penting bagi saudara yang ingin melanjutkan studinya di Universitas Islam Madinah, Kerajaan Arab Saudi.

1. Memenuhi Syarat dan mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan.

2. Mendaftar online di web resmi Universitas Islam Madinah (iu.edu.sa).

3. Mengikuti tes/muqobalah di Indonesia yang diadakan setiap tahun.

I. Memenuhi Syarat dan mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pemohon beasiswa:

1.22.2015

Kerriputt...?? Nggak Usah Takut...


12.03.2014

Berhati hati dgn penyebaran syi'ah di Indonesia


5.18.2014

Hal wajib dalam sifat shalat nabi


***Dibuat sebagai tugas liburan semester_ma’had ‘ilmi YPIA tahun ajaran 1434/1435 H***


Bismillah.
Segala puji hanya bagi Allah Rabb sekalian alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan ke hadirat Nabi dan Rasul yang paling mulia, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Shalat merupakan tiang agama yang wajib ditegakkan dan dikokohkan oleh setiap muslim dan muslimah. Keutamaan shalat ditekankan dalam rukun Islam yang kedua setelah dua kalimat syahadat.
Allah Ta’ala berfirman,
 8:5
 “Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)” (QS. Al bayinah: 5).
Allah Ta’ala juga memerintahkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk memerangi manusia agar mereka mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, dan membayar zakat. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu ‘umar radhiyallaahu ‘anhuma, beliau bersabda:
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada illah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, dan membayar zakat “ (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain itu anjuran untuk shalat juga terdapat dalam hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Sesungguhnya (pembeda) antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat” (HR. Muslim).
Keutamaan tersebutlah yang menjadikan shalat merupakan amalan yang pertama dihisab pada hari kiamat. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “amal seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat, apabila shalatnya baik maka baik pula seluruh amalnya dan apabila shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalnya” (diriwayatkan dari ath-thabrani dalam al-mu’jamul Ausath).

Pengertian shalat
Shalat secara bahasa artinya do’a. Sedangkan secara syariat shalat adalah ibadah yang terdiri dari perkataan tertentu yang disyaratkan dengan bersuci, diawali dengan takbir dan diakhiri dengan ucapan salam (lihat fiqh muyassar: bab shalat). Shalat merupakan hubungan antara hamba dengan Rabb-Nya subhanallahu wa Ta’ala yang wajib dilaksanakan lima waktu sehari semalam, sesuai petunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana terdapat dalam sabda beliau,
 “Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Bukhari).
Sabda nabi tersebut menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan shalat antara muslim dan muslimah dalam prakteknya.

Perkara wajib dalam shalat
Perkara wajib shalat berbeda dengan rukun shalat. Perbedaan wajib shalat dengan rukun shalat yaitu apabila seseorang terlupa dengan rukun shalatnya maka shalatnya menjadi tidak sah. Sedangkan apabila seseorang lupa dalam wajib shalat maka mencukupinya jika diganti dengan sujud sahwi. Sehingga rukun lebih ditekankan dari pada wajib. Adapun dalam artikel ini akan diuraikan tentang wajib shalat yang diambil dari kitab fiqh muyassar. Ada delapan wajib shalat diantaranya sebagai berikut:
Wajib shalat yang pertama: mengucapkan takbir saat shalat.

5.15.2014

Lika-Liku Perjodohan


Engkau tidak mau tapi dia mau
atau engkau mau tapi sayang dia tidak mau.
Itu namanya belum jodoh.

Jika terus engkau ikuti harapanmu, tentu akan menyulitkan.
Jika terus engkau berpasrah dengan keadaanmu, juga kurang ideal.
Ambillah jalan tengah, yang cukupan sajalah.

Orang cantik tidak mesti dapet orang ganteng, dan begitu sebaliknya.

Dari faktor-faktor yang ada,
wanita cenderung memilih yang menentramkan hati,
adapun laki-laki cenderung memilih yang enak dilihat.

Oleh karena itu agar bahagia laki-laki (suami) harus berusaha menentramkan dgn penuh rasa tanggung jawab dan wanita (istri) harus berupaya melayani serta menyejukkan saat ia dipandang.

Wallahu a'lam

Faedah dari Ustadz Amy Hanif
 

37 KIAT AGAR SUAMI MAKIN SAYANG

Menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah tentu menjadi dambaan setiap pasutri. Berikut tips-tips untuk menuju kebahagiaan itu:

1. Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu membuat suaminya bahagia.

2. Hendaklah senyum itu senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh sang suami.

3. Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu.4. Pilihlah waktu ynag tepat untuk meluruskan kesalahan suami.

5. Jadilah anda orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali menyebut-nyebut kekurangan suami anda kepada orang lain.

6. Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya.

7. Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat diniyah yang ada pada laki-laki tersebut.

8. Jangan engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu.

9. Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang disenanginya dan ucapan yang disenanginya pula.

10. Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling menghormati dalam semua urusan.

2.03.2014

# Hati-Hati Dan Lebih Bijak Ngompor-Ngompori Nikah (Muda) Dan Poligami! #


“kok belum nikah-nikah akhi? Apalagi yang ditunggu? Buruan dah, bisa jadi bujang lapuk ntar”
“terima saja pinangannya ukht, ‘Aisyah saja menikah usia tujuh tahun, kalau ditolak nanti terjadi kerusakan seperti dalam hadits lho”
“ente ni takut ama istri atau memang kurang jantan, rumah udah dua, uang banyak, jabatan oke. Ane aja yang biasa-biasa aja udah tiga”

Memberikan semangat dan mengompor-ngompori memang perlu dilakukan, demi menghendaki kebaikan kepada saudaranya, apalagi dalam suatu hal yang bermanfaat bagi dunia terlebih akhirat. Segera menikah (nikah muda) dan poligami adalah yang paling sering menjadi bahan mengompor-ngompori. Akan tetapi terkadang pemberi semangat berlebihan dalam memotivasi dan mengompor-ngompori, bahkan sampai tahap menyindir dan setengah mengancam dengan julukan penakut, tidak semangat, diragukan kejantannanya dan lain-lain. Maka hal ini perlu dilakukan secara bijaksana dan menimbang kondisi serta keadaan.

Dua tema yang laris-manis di dunia nyata dan dunia maya
Dua tema ini selalu menjadi tema yang hangat dibicarakan, selalu ramai dikomentari, suasana pengajian yang sebelumnya suntuk menjadi heboh dan bingar ketika diselipkan materi ini. Jika ada meteri kajian dengan tema tauhid, tema akhlak atau tema aqidah bisa jadi yang datang biasa-biasa saja jumlahnya, akan tetapi jika materinya nikah maka jumlah peserta bisa jadi membludak, masjid tempat kajian penuh.
Sama juga halnya dengan tema poligami, maka selalu hangat dibicarakan oleh laki-laki, saling memotivasi, saling memberikan dukungan, memanasi-manasi dan mengompori temannya yang sudah layak atau yang belum layak, padahal bisa jadi iapun belum melaksanakannya. Bahkan kesannya poligami adalah adu kejantanan, jika ada yang jarang membahas atau tidak tertarik untuk poligami maka kajantanannya dipertanyakan. Dan tentunya bagi wanita materi ini, materi yang secara tabiat membuat dada sesak.
Begitu juga di dunia maya, jika ada status dan tulisan mengenai tauhid, akhlak atau aqidah maka yang memberi komentar hanya segelintir orang, tetapi jika materinya menikah dan poligami maka bisa jadi komentar penuh dan berbagai macam reaksi keluar.
Hal ini wajar karena memang inilah tabiat manusia karena karena tabiatnya laki-laki menyukai wanita ini adalah ketetapan dari Rabb Semesta Alam. Allah Ta’ala berfirman,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada segala apa yang diingini (syahwat), yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (al-Jannah).” (Ali Imran: 14)

Dan wanita juga sama dengan laki-laki, mereka juga suka dengan laki-laki, memiliki syahwat dan butuh pendamping. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إنما النساء شقائق الرجال
“Sesungguhnya wanita itu saudara kandung laki-laki.” 
Mengenai tema poligami, tentu laki-laki sangat senang karena mereka bisa menikmati kenikmatan halal yang paling nikmat yaitu wanita sebagai istrinya yang sah dengan kenikmatan yang berbilang. 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ، وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

“Diberi rasa cinta padaku dari dunia yaitu wanita dan wangi-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam shalat.” 

Dianjurkan mengompor-ngompori kebaikan tetapi lihat keadaan juga 
Kita dianjuran untuk saling memotivasi, saling menasehati dan saling memberi semangat dalam kebaikan. Apalagi ajurannya adalah segera menikah. Karena inilah inti kehidupan. Allah Ta’ala berfirman,
وَالْعَصْرِْ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍْ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al-‘Ashr: 1-3)
Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan”. (Al-Baqarah: 148)

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (Al-Imran:133)

Akan tetapi kita juga perlu melihat keadaan orang yang kita beri motivasi dan beri semangat. Tidak semua keadaan orang sama dan belum tentu orang tersebut sedang membutuhkan motivasi. Sebagaimana perkataan orang Arab,
لكل مقام مقال
“Setiap keadaan disesuaikan dengan perkataan (yang tepat)”

Yang perlu diperhatikan ketika ngompor-ngompori menikah (menikah muda)
-Tidak semua orang mempunyai mental siap menikah muda
Kami melihat sendiri beberapa kasus, menikah di saat masih kuliah, kita tentunya berharap hidupnya lebih baik, akan tetapi ia akhirnya harus pinjam uang sana-sini karena tidak bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga dan orang tuanya juga tidak bisa membantu membiayai.
Kasus yang lain juga sama, menikah di saat kuliah, sempat bersitegang dengan orang tua, ngotot ingin menikah akan tetapi ternyata ia belum mempunyai mental untuk menghadapi berbagai tantangan berumah tangga termasuk beban harus menyelesaikan studi. Akhirnya karena stres menjauh dari ikhwan-ikhwan dan menjauhi majelis ilmu, bisa jadi karena malu dan hilang dari peredaran dakwah.
Seorang yang mungkin masih kuliah semester awal, belum ada pekerjaan dan tipe orang yang tidak bisa memanajemen waktu dengan baik apalagi masih belum stabil emosi dan mentalnya. Maka kurang tepat jika dikompor-kompori segera menikah. Dikompor-kompori akan segera kaya dengan menikah. Sebagaimana Allah Azza wa Jalla berfirman.

وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan (memberikan kekayaan) mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An-Nuur: 32)

Tidak tepat juga jika seorang wanita yang dilamar oleh seseorang, kemudian ia menolaknya dengan alasan yang syar’i kemudian wanita tersebut ditakut-takuti dengan hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ، وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhai akhlak dan agamanya maka nikahkanlah ia, jika tidak kalian lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas.” 

-Mungkin orang juga punya kepentingan lain selain menikah yang harus ditunaikan
Setiap orang mempunyai target dan tujuan hidup dan masing-masing mempuyai kepentingan serta amanat yang harus ditunaikan dahulu sebelum yang lain. Termasuk menikah, ada yang harus segera menikah karena memang tuntutan zaman yang penuh fitnah dan ada juga yang tidak terburu-buru menikah karena masih ada kepentingan lainnya dan ia sementara belum wajib hukumnya menikah. Ada yang harus menyelesaikan amanah dari orang tua dahulu untuk menyelesaikan studi ada juga yang harus berbakti dahulu kepada orang tuanya dan ada juga yang fokus bekerja dahulu karena membantu ekonomi orang tua dengan banyak anak yang masih kecil-kecil.
Demikianlah Islam mengajarkan agar kita mempunyai arah dan target hidup serta merencanakan masa depan kita. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ 
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok” (AL-Hasyr: 18)

Yang perlu diperhatikan ketika ngompor-ngompori poligami
-jangan memberikan gambaran yang enak-enak semua saja tentang poligami
Tetapi beritahu juga tanggung jawab dan penunaian keadilan yang memang perlu perjuangan dan keseriusan. Poligami adalah tanggung jawabnya besar dan butuh kematangan serta pertimbangan mashalahat dan mafsadat. Oleh karena itu ada ungkapan,
“sebelum wanita berpikir keras dipoligami, maka laki-laki yang bertanggung jawab telah berpikir keras 1000 kali sebelum berpoligami”
Hendaknya juga memperhatikan peringatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai orang yang berpoligami dan cenderung kepada salah satu istrinya (biasanya istri muda). Dan jangan motivasi yang sunnah saja (ada juga yang berpendapat hukum asal poligami adalah mubah) tetapi yang wajib juga (yaitu adil dan mampu).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ

“Barangsiapa yang memiliki dua istri kemudian ia condong kepada salah satunya maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tubuhnya miring”. 
Dan hendaknya memperhatikan bahwa istri adalah amanah yang halal dengan kalimat Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَاتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ 
“Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. ”

-poligami juga butuh persiapan harta
Tidak dipungkiri bahwa untuk menikah lagi butuh harta dan ini butuh pertimbangan yang matang, jangan sampai ekonomi dengan istri pertama masih kembang kempis, kemudian dikompor-kompori supaya menikah lagi, dengan alasan,
“para sahabat saja miskin-miskin menikah lagi”
Maka jika tawakkalnya seperti sahabat maka silahkan dan para sahabat juga memiliki beberapa tujuan menikah lagi seperti menikahi istri sahabatnya (janda) yang meninggal karena perang dan lain-lain.
Dan harta Allah sebut sebagai salah satu penegak pokok kehidupan (qiyaam) jadi harus diperhatikan dalam rumah tangga apalagi yang akan berpoligami.
Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:
وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا
“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.”

-Jangan membandingkan dengan mereka yang baru-baru poligami
Jika ingin membandingkan untuk mengompor-ngompori, maka jangan dengan mereka yang baru-baru berpoligami (misalnya baru beberapa minggu) tentu jawaban mereka,
“enaknya 1 % saja, 99 % wuenaak sekali”
“nikmat tenan, diperhatikan ama diurus dua istri, kalo punya satu istri, dia akan bertengkar denganmu, kalo punya dua istri maka mereka akan bertengkar memperebutkanmu”
Jika ingin membandingkan, maka bandingkan dengan mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun poligami. Bagaimana ia harus membagi waktu, menghadapi cemburu para istri, mempersiapkan mental istri pertama dan mengurus anak-anak.

-Yang belum poligami juga punya pertimbangan dan kepentingan yang lain
Belum tentu yang belum poligami takut sama istrinya atau kurang jantan, penakut dan sebagainya. Beberapa orang punya target dan tujuan tertentu. Seperti ustadz yang lebih sibuk berdakwah, seseroang yang harus berbakti kepada ibunya dahulu atau harus memperbaiki ekonomi keluarga dahulu. Sebagaimana dengan menikah (muda) butuh berbagai pertimbangan.

Semua perlu petimbangan yang matang dan musyawarah
Walhasil, semuanya butuh kebijaksanaan dan menempatkan sesuai dengan keadaaanya. Perlu pertimbangan dan musyawarah dengan pihak-pihak tertentu.
Allah berfirman, 
وَ شَاوِرْهُمْ في الأَمْرِ 
“Maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (Ali Imran: 159) 

Allah Ta’ala juga berfirman,
وَأَمْرُهُمْ شُوْرَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ 
“Dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah dan mereka menafkahkan sebagian yang kami rizkikan kepada mereka.” (Asy-Syura: 38) 

Jika ingin menikah maka libatkanlah orang tua dan minta saran mereka begitu juga dengan poligami, meskipun syariat tidak mempersyaratkan ada izin dan istri harus tahu, akan tetapi syariat mengajarkan musyawarah dan menimbang mashlahat dan mafsadah. Maka istri juga harus dilibatkan ketika berpoligami dan meminta pendapat orang-orang terdekat apakah ia layak berpoligami dari sudut pandang mereka.

Penyusun: Raehanul Bahraen

1.14.2014

" NAHR AL-KHAIR (SUNGAI KEBAIKAN) "

Catatan hari saya...

نهر الخير

" NAHR AL-KHAIR (SUNGAI KEBAIKAN) "

16 Sebab Para Ulama Berbeda Pendapat Didalam Masalah Fiqih

1. Terjadinya benturan diantara dalil - dalil (yang shahih) dalam pandangan Ulama Mujtahid.

2. Ketidaktahuan akan dalil.

3. Perbedaan pendapat mengenai ke-shahihan-an (sebuah) riwayat hadits setelah ia sampai kepada setiap Ulama Mujtahid.

4. Perbedaan pendapat mengenai jenis dalil, apakah ia dapat dijadikan argumen atau tidak?

5. Perbedaan dalam menerapkan kaidah ushul (pokok) menjadi dasar perbedaan dalam furu' (cabang) seperti mengarahkan kata muthlaq (tanpa batas atau umum) kepada makna muqayyad (terbatasi atau khusus).

6. Perbedaan dalam Qira'ah (bacaan) al-Qur'an al-Karim, dimana Ulama Mujtahid mengambil satu Qira'ah, sedangkan Ulama Mujtahid yang lain mengambil Qira'ah yang lain.

7. Perbedaan riwayat dalam beberapa lafadz atau matan hadits.

8. Perbedaan sisi i'rab (perubahan kata) padahal para Ahli Qira'ah sama dalam meriwayatkan nya.

9. Indikasi dalam nash bersifat dugaan yaitu nash (dalil) yang mengandung beberapa kemungkinan makna.

10. Perbedaan dalam memahami (sebuah) lafadz (nash) sebagai lafadz umum atau lafadz khusus.

11. Perbedaan dalam memahami (sebuah) lafadz (nash) sebagai lafadz yang bermakna hakiki atau majazi.

12 Perbedaan pendapat mengenai suatu kalimat, apakah didalamnya ada komponen kalimat yang tidak ditampilkan atau tidak.

13. Perbedaan pendapat mengenai ada atau tidak adanya penghapusan hukum (dari masalah tersebut).

14. Perbedaan pendapat dalam memahami (suatu) perintah sebagai perintah (yang menunjukkan) wajib atau perintah (menunjukkan) sunnah.

15. Perbedaan dalam memahami larangan sebagai larangan (yang menunjukkan) haram atau makruh.

16. Perbedaan pendapat mengenai perbuatan Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam, apakah ia dipahami sebagi (suatu yang) wajib, sunnah atau mubah.

[Dinukil dari kitab Tabshir An-Nujaba' fi Haqiqah Al-Ijtihad wa at-Taqlid wa at-Talfiq wa al-Ifta' hal 11 - 22 karya DR.Muhammad Ibrahim al-Hafnawi, Lihat kitab Perbandingan Pendapat Lama dan Pendapat Baru Imam asy-Syafi'i hal 8 - 9, karya DR.Muhammad Suma'i Sayyid Abdurrahman ar-Rastaqi. Terjemahan tesis beliau yg berjudul al-Qadim wal Jadid min Aqwal Al-Imam asy-Syafi'i]

10.26.2013

Memahami Psikologi seseorang:



1. Kalau seseorang banyak tertawa, walaupun hal-hal bodoh, itu tandanya dia orang yang sangat kesepian.
2. Kalau orang banyak tidur, berarti dia sedang bersedih.
3. Kalau seseorang sedikit berbicara, tapi sekalinya ngomong cepet, ia orang yang menjaga rahasia atau sedang ada rahasia.
4. Kalau seseorang sulit atau tidak bisa menangis, ia adalah orang yang lemah.
5. Kalau seseorang makan dengan cara terburu-buru, gelagapan, ia sedang tegang atau gugup.
6. Kalau seseorang mudah menangis atau tersentuh hatinya walaupun karena hal kecil, maka ia orang yang baik dan berhati lembut.
7. Kalau orang mudah marah walaupun terhadap hal yang remeh, berarti ia butuh cinta.

Cobalah untuk mengerti orang lain.
*copas status mas nurfitri hadi

10.09.2013

ATAS NAMA TAARUF


MUNGKIN SALAH SEORANG IKHWAN AKAN BERTANYA…” Mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf..”
maka..akhwat akan menjawab:
suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami…
akan kami layani kebutuhannya….
akan kami tunggu kehadirannya…
akan kami berikan jiwa kami…raga kami….
bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami…meski hanya dalam rangka taaruf…??
suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami…penjaga kami…pelindung kami…
bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan…meski hanya sebatas tukaran biodata..??
mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga…
ketaatan pada suami adalah lambang keshalehan kami….
bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata…”baik saya setuju…taarufan…”
ya akhi….saudaraku…para ikhwan….
JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI…!!!!!
KETAHUILAH…KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA…!!!!!
Akhwat yang mengajukan gugatan ta’aruf…
Tatkala seorang Akhwat susah mencari jodoh atau saat di Tolak ikhwan…
Tatkala Akhwat taarufnya di tolak ikhwan, buang jauh-jauh rasa kecewa, harus siap menerima dengan keikhlasan, kesabaran, qana’ah, beriman dengan qadha Dan Qadharnya Allah..
Ikhwan yang mengajukan gugatan ta’aruf…
Tatkala seorang Ikhwan susah mencari jodoh atau saat di Tolak Akhwat …
Tatkala Ikhwan di tolak Akhwat, buang jauh-jauh rasa kecewa, harus siap menerima dengan keikhlasan, kesabaran, qana’ah Dan beriman dengan qadha Dan Qadharnya Allah..
Kedua fenomena itu banyak terjadi Dan akan selalu terjadi, kita harus bijak menanggapi, kita harus mencari ilmu yang mesti dipelajari.
Yang celaka Adalah hamba penampilan, hamba bangsawan, hamba dinar …
Yang selamat Adalah hamba Allah yang mengutamakan Tauhid Dalam hidupnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik.”
Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Qs. Al Anaam 161-162)

10.08.2013

Tentang Kami (santri ma'had 'ilmi)


angkatan X tahun ajaran; 2013/2014
copas dari www.mahadilmi.com
Kami adalah mahasiswa-mahasiswa dari berbagai daerah yang tengah menempuh kuliah di Jogjakarta. Sebagian besar kuliah di UGM, tapi juga ada yang kuliah di UNY, UAD,  STTN, dan lain sebagainya.
Di zaman seperti sekarang ini yang penuh dengan fitnah, dimana terdapat banyak anak muda yang sama sekali tidak memperdulikan agamanya, ataupun kawula muda yang sangat semangat dalam memperhatikan agamanya namun dia berjalan di atas jalan yang salah, kami bersyukur mendapatkan hidayah dari Allah ‘azza wa jalla -yang di tangan-Nya-lah seluruh hidayah makhluk- untuk menuntut ilmu Syar’i disamping kesibukan kuliah kami. Kami bersyukur dapat menimba ilmu yang diwariskan oleh Rasulullah, para shahabat, dan generasi salafush shalih yang telah mendahului kita melalui karya-karya para ulama’. Kami sebelumnya terkungkung dalam kegelapan dan kebodohan terhadap ilmu agama sehingga kami bersyukur dengan keadaan kami saat ini dimana kami jadi mengetahui ini tauhid, ini syirik, ini sunnah ini bid’ah, meskipun secara praktek kami mengakui masih banyak kekurangan. Akan tetapi, semoga Allah menambah petunjuk kepada kami setelah petunjuk yang telah ada dan diberi taufik untuk melaksanakan petunjuk tersebut.
Di saat mahasiswa lain menghabiskan waktu di bioskop-bioskop, di game center- game center, di mall-mall, ataupun tempat-tempat lainnya, alhamdulillah kami diberi taufik dari Allah untuk duduk di masjid, mendengarkan ilmu yang disampailan oleh guru – guru dan ustadz -ustadz kami yang sudah kami anggap sebagai orang tua kami disini – semoga Allah senantiasa menjaga mereka dan menambahkan ilmu kepada mereka-. Bukan maksud kami untuk membanggakan diri, akan tetapi kami hanya menceritakan kebahagiaan yang kami rasakan kala kami menuntut ilmu supaya kaum muslimin yang lain turut serta merasakan kebahagiaan yang kami rasakan.
Adakah kebaikan yang lebih bermakna bagi kami, yang bisa meninggalkan rokok, meninggalkan musik, meninggalkan pacaran, dan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan umumnya kawula muda? Sungguh hal ini merupakan nikmat yang besar.
Kami hanya berdo’a semoga Allah ‘azza wa jalla senantiasa menjaga hati-hati kami dalam ketaatan, semoga nikmat yang besar ini – nikmat bermanhaj salaf dan menuntut ilmu agama- terus dicurahkan kepada kami sampai Allah memisahkan kami dari kehidupan dunia yang fana ini.

9.04.2013

Pembakar Kepadaman: "Jika Orang Tuamu Tidak Salafy, Seberapa Baktimu?"



Kalau di sisimu ada orang tuamu sekarang, terutama ibumu, coba bahagiakan mereka atau salah satu dari mereka sekarang, apapun itu caranya selama ma'ruf, dan saksikan keajaiban dan keindahan setelahnya, baik tepat setelahnya, atau esoknya, atau kapanpun di masa depannya; sebagai balasan dari Allah pada anak yang berusaha membahagiakan orang tuanya. Bahkan jika seorang kafir sekalipun yang berbuat baik pada orang tuanya, Dia dengan keadilan yang sempurna akan membalas kebaikan untuk si kafir tersebut; meskipun amalan mulia itu takkan berarti di Akhirat nanti.

Kalau orang tuamu sedang membutuhkanmu, maka luangkan waktu jika mungkinmu dan tunaikan hajat mereka jika mampumu. 

Ada beberapa orang yang mengagumkan dalam hidupmu. Mereka hebat di bidangnya. Dan terkadang kehebatan mereka tak masuk akal bagimu; disebabkan terlalu hebatnya. Jika ternyata mereka adalah orang-orang shaleh, maka sangat mungkin Allah menguatkan mereka disebabkan mereka berbakti pada orang tua.

3.26.2013

Jadwal Kajian Cilegon – Serang


Berikut Jadwal Kajian Rutin Kota Cilegon Dan Serang (Update 20 Maret 2013)


DAERAH CILEGON DAN SEKITARNYA

HariWaktuMateri
Ahad ke-316.00 – 18.00At-Tanbihaat Mukhtashar
Ust Muhammad Ridjal
Masjid Imam Nawawi Yayasan Al-Hanif Cibeber
Ahad ke-318.00 – 19.30Syarah Ushul Ats-Tsalatsah
Ust Muhammad Ridjal
Masjid As-Salam GSI
Ahad ke-409.00 – 12.00Al-Kaba’ir
Ust Fachruddin Nu’man
Masjid As-Salam Propelat KS
Senin18.00 – 19.30Hushulul Ma’muul
Ust Muhammad Ridjal
Masjid Raudhatul Jannah PCI
Selasa ke-212.00 – 13.00Kitab At-Tauhid
Ust Muhammad Ridjal
PT KTI (karyawan)
Selasa18.00 – 19.30Bhs Arab Dasar
Ust Muhammad Ridjal
Masjid Asy-Syuhada BBS 3
Rabu ke-112.00 – 13.00Kitab At-Tauhid
Ust Muhammad Ridjal
Masjid Baiturrahman SSP PT KS (karyawan)
Rabu ke-1 & 219.30 – 21.00Bahjatun Nazhirin
Ust Muhammad Ridjal
Musholla Jl Baja Komp Krakatau Steel
Rabu ke-2 & 412.00 – 13.00At-Tauhid
Ust Muhammad Ridjal
PT Titan (karyawan)
Kamis12.00 – 13.00Fathul Majid & Al-Wajiz & Al-Manhaj
Ust Muhammad Ridjal
Masjid Al-Muhajirin Admin Building PT KS
Kamis (kecuali pekan ke-5)18.00 – 19.30Syarah Aqidah Wasithiyah & Akhlak
Ust Muhammad Ridjal
Masjid Asy-Syuhada BBS 3
Sabtu ke-505.00 – 06.00Al-Manhaj
Ust Muhammad Ridjal
Masjid Al-Ikhlas Komp KR
Sabtu ke-216.00 – 18.00Fathul Majid
Ust Muhammad Ridjal
Rumah Bu Endang Komp PCI blok D dekat Polsek (khusus ummahat)
Sabtu ke-1 & 3 & 518.00 – 19.30Al-Wajiz & Al-Manhaj
Ust Muhammad Ridjal
Masjid Al-Muhajirin Komp Taman Krakatau – Serdang
Sabtu ke-418.00 – 19.30Kasyfu Syubuhat
Ust Muhammad Ridjal
Masjid Al-Muhajirin Komp Taman Krakatau – Serdang


2.08.2012

Cara Mudah Menghafal Alqur'an

Hamdhan Siregar created a doc.

kami akan berikan penjelasan tentang CARA MUDAH MENGHAFAL AL QUR’AN yang ditulis oleh Syeikh Abdul Muhsin Al-Qasim. Beliau adalah Imam dan Khatib di Masjid Nabawi. Semoga Artikel kali ini bermanfaat dan dapat menambah semangat kaum Muslimin untuk dapat menyelesaikan hafalan Al Qur’an yang mulia:
Sumber : Salafyunpad.wordpress
 

2.06.2012

Sebut Saja MUSLIM...! Bukan SALAFY...!




Allah telah menamakan kita Muslim, lalu mengapa menisbatkan diri kepada Salaf..?
Keraguan ini telah dijawab dengan sangat indah oleh Imam Al-Albani dalam diskusinya dengan seseorang pada topik ini, direkam dalam kaset dengan judul “Saya Salafi” (Ana Salafi), dan berikut adalah pemaparan bagian penting dari diskusi tersebut.


TELAH DATANG ZAMANNYA: PARA PEMBACA AL QUR'AN DI BAYAR & MEMINTA BAYARAN

Oleh: al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Hafizhahullah.

Dari Imran bin Hushain, bahwasannya dia Pernah Melewati seorang Qaari' <Pembaca al Qur'an> yg sedang membaca al Qur'an, Kemudian dia Meminta-minta <bayaran>.Maka Imran bin Husain Mengucapkan Innaa Lillaahi wa Inna Ilaihi Raaji'un, Kemudian dia berkata:
Aku Pernah MENDENGAR Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda yg artinya:
"Barangsiapa yg Membaca al Qur'an, maka Hendaklah ia Meminta Ganjaran Bacaannya kepada Allah.Karena sesungguhnya akan datang beberapa Kaum yg Membaca al Qur'an lalu mereka meminta-minta Bayarannya itu kepada manusia".
[Riwayat at Tirmidziy: 2917 & Ahmad: 4/432-433 & 439, Hadits Hasan Lighairihi di Kitab Silsillah Hadits ash Shahihah: 257 oleh asy Syaikh al Albani].