Tampilkan postingan dengan label all about environment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label all about environment. Tampilkan semua postingan

3.01.2017

AERATION EFFECT ON WATER HYACINTH PRETREATMENT USING BIOLOGY METHOD BY PHANEROCHAETE CHRYSOSPORIUM

THESIS SUMMARY

In Partial Fullfillment of The Requirements for The Master Degree

Graduate Program of Chemical Engineering
Master in Environmental Pollution Control Engineering

Water Hyacinth (Eichornia Crassipes) has a potential to be converted into a bioethanol. Biological pretreatment with Phanerochaete Chrysosporium require long of duration time than other pretreatment. The problem is less supply oxygen to help growth P.Chrysosporium. Effort to fulfill the oxygen can be helped with aeration. The purpose of research are studying P.Chrysosporium growth to rate variation of aeration in pretreatment of water hyacinth then to get a lignin degradation data, product of cellulose, hemicellulose, and glucose.
Water hyacinth has size 0,5 cm with weight 15 gram to add 1% MnSO4, 2% molasses  and 70% water of content from total weight water hyacinth. This material in reactor on 500 mL which is flow air with to aid aeration. Aeration rate used are 0 L/m2.min to 30,10 L/m2.min. Period of sampling was performed on each variation of speed for every 4 to 24 days. Sample in thorough contents were fungi, lignin, cellulose, hemicellulose, and glucose.
Aeration rate of 2,15 L/m2.min on 24th days had resulted lignin degradation 0,3076 gram. While aeration rate of 15,05 L/m2.min; 17,20 L/m2.min; and 30,10 L/m2.min indicate lignin degradation more high as 0,3374 gram; 0,4151 gram; and 0,3944 gram. Aeration of 2,15 L/m2.min was optimum rate. It was refer to resulted of low lignin 0,3076 gram than other aeration rate. In addition it had the best of glucose on 16th days as 1,341 g/L.


Key words: aeration, pretreatment, water hyacinth, P.Chrysosporium, lignocellulose

12.24.2012

TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN AIR BERSIH PADA PENAMPUNGAN AIR HUJAN (PAH) DI KAWASAN KARST KABUPATEN GUNUNGKIDUL


RINGKASAN
Air menjadi kebutuhan langka di kawasan karst di Kabupaten Gunungkidul DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Kesulitan mendapatkan air bersih sepanjang tahun karena wilayahnya memiliki jenis tanah karst yang sulit menampung ketersediaan air di dalam tanah, sehingga sistem hidrologinya didominasi oleh drainase bawah permukaan dan air tanah yang sangat dalam sulit diketahui keberadaannya membuat pembangunan perpipaan menuju ke dalam tanah memerlukan dana besar dan teknologi canggih. Hal tersebut menjadikan telaga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air, namun telaga belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi air yang diperlukan. Semakin pendeknya usia telaga karena rehabilitasi telaga yang salah disebabkan adanya pengerukan telaga yang pada awalnya bermaksud untuk menambah daya tampung telaga tetapi justru membuat telaga bocor dan tidak dapat menampung air. Sebagai alternatif dari telaga penduduk membangun PAH, tetapi kapasitasnya tidak sesuai sehingga saat musim kemarau masih kekurangan ketersediaan air.
Gagasan dalam terpenuhinya kapasitas PAH yang diperlukan yaitu dengan memperhitungkan luas tangkapan yang dibutuhkan agar selama musim kemarau penduduk tidak kekurangan sumber air bersih. Pemanfaatan PAH dilihat dari potensi air hujan yang ada dapat menyimpan ketersediaan air selama musim kemarau jika dimanfaatkan secara benar dan diperhitungkan dalam pembuatannya. Potensi pemanfaatan air hujan Gunungkidul dilihat dari data curah hujan tahunan di Kecamatan Tanjungsari selama 20 tahun (Tabel dalam lampiran 2). Hal tersebut harus didukung juga dengan kualitas air yang akan digunakan. Air hujan yang masuk ke PAH masih mengandung partikel-partikel yang terbawa dari udara. Sehingga, diperlukan suatu teknologi tepat guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang dihasilkan dari air hujan yaitu dengan menggunakan jaring atau saringan yang diletakan tepat sebelum air hujan masuk ke PAH. Penerapan teknologi tersebut untuk pemenuhan kebutuhan air yang digunakan untuk menyiram tanaman, membilas kamar kecil dan membersihkan rumah.
Masukkan untuk ide penulisan ini berasal…

PEMANFAATAN GETAH KAKTUS (Opuntia ficus-indica) SEBAGAI KOAGULAN ALAMI DALAM PENGOLAHAN AIR BERSIH


Abstrak
Kebutuhan air bersih semakin meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat saat ini. Pengolahan air bersih menjadis salah satu hal yang dibuthkan dalam menunjang ketersediaan adanya air bersih. Salah satu proses pengolahan air bersih yang melibatkan bahan tambahan berupa koagulan. Penggunaan koagulan selama ini yang ada di masyarakat dengan bahan kimia seperti alum (Al2(SO4)3), Besi Chlorida (FeCl3) dan sebagainya akan berdampak buruk jika terakumulasi dalam tubuh secara terus menerus. Oleh karena itu, koagulan jenis alami seperti getah kaktus (opuntia ficus-indica) menjadi pertimbangan khusus sebagai jenis koagulan yang bidegradable dan ramah lingkungan. Penelitian dengan getah kaktus sebagai koagulan telah diteliti oleh tim dari University of South Florida (2011). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa getah kaktus selain sebagai koagulan alami dapat juga berupa buffer pH sehingga memiliki keunggulan dari koagulan jenis kimia yang bersifat asam. Pengembangan penelitian masih dikembangan untuk mengetahui keefektifan dalam menurunkan polutan dalam air limbah industri.

PENGARUH KARAKTERISTIK SAMPAH TERHADAP PRODUKSI GAS METAN (CH4) DAN KARBON DIOKSIDA (CO2) DALAM PROSES ANAEROBIK SAMPAH PERKOTAAN


Influence of Waste Characteristics to Production Methane Gases (CH4) and Carbon Dioxide (CO2) of Anaerobic Process in municipal solid Waste
ABSTRACT
The dominant gas from waste are Methane (CH4) and Carbon Dioxide (CO2). Methane gas (CH4) could explode in certain condition, Methane (CH4) could explode when the condition of the gases in air concentrate in 5% to 15%,  furthermore the  Carbon Dioxide (CO2) could lead to increased the mineral on ground water and composed the carbon acid. The objective of this research is to know the methane gases concentration and carbon dioxide, with the varying percentage comparison of organic and inorganic waste. In this field project, researchers also wanted to know the optimum composition level of comparison that occurred at TPA Piyungan Bantul Yogyakarta. The sample used in this field project has taken from TPA piyungan  from several places in random, in order to obtain one month solid waste. The observation made twice by using chromatography methode (CG). optimum value comparison obtained in the day of 59th, the comparison of 79.7% for organic and 20.3% for inorganic at produce Methane (CH4) by 15.52%, while in the observation in the day of 26th, the comparison of 89.8% for organic and 10.2% for inorganic, produce Carbon Dioxide (CO2) by 26.3%. The reactor that doesn't contain Methane (CH4) gases could caused by the pH value that unsuitable condition to produce it.  Moreover, C/N ratio is not control.

Key words: Solid waste characteristics, Methane, Carbon Dioxide, Anaerobic batch.

 ABSTRAK

Gas yang dominan diproduksi dari timbulan sampah adalah Metan (CH4) dan Karbon dioksida (CO2). Gas Metan (CH4) merupakan gas yang eksplosif jika terkonsentrasi 5% hingga 15% di udara, Sedangkan Karbon Dioksida (CO2) dapat menyebabkan peningkatan mineral pada air tanah serta pembentukan asam karbonik. Proses landfill TPA Piyungan ditiru menggunakan reaktor anaerobik batch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi gas Metan (CH4) dan Karbon dioksida (CO2) dengan perbandingan persentase sampah organik dan anorganik yang bervariasi dan tingkat optimum yang terjadi pada sampah TPA Piyungan.Penelitian ini menggunakan sampel yang berasal dari sampah di TPA Piyungan dengan pengambilan secara random, diberbagai titik pengambilan agar diperoleh sampah yang berusia sekitar satu bulan. Pengamatan ini dilakukan dua kali dengan menggunakan metode gas chromatography (GC). Nilai optimum yang diperoleh saat pengujian hari ke-59 perbandingan organik 79.7% dan anorganik 20.3% menghasilkan gas Metan (CH4) sebesar 15.52% dan pengujian hari ke-26 perbandingan organik 89.8% dan anorganik 10.2% menghasilkan gas Karbon Dioksida (CO2) sebesar 26.3%. Terdapat reaktor yang tidak terkandung gas Metan (CH4) dapat disebabkan dengan nilai pH yang tidak sesuai untuk memproduksi Metan (CH4). Selain itu, rasio C/N tidak terkendali.

TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGHEMATAN AIR TANAH MENGGUNAKAN TANKI AIR HUJAN


PENDAHULUAN
Air merupakan sumber daya yang mutlak diperlukan dalam kehidupan manusia. Jumlah air yang ada di bumi adalah 97.5% berupa air asin dan 2.5% air tawar. Jumlah air tawar sebesar 2.5% jika dibagi lagi adalah 69% masih berupa es dikutub dan salju, 30% berupa ari tanah, 0.7% berupa air hujan dan 0.3% merupakan air sungai (Kodoatie dan Sjarief, 2005). Jumlah tersebut sangat sedikit jika dipergunakan secara terus menerus, ditambah jumlah populasi yang terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2025 akan terjadi krisis air di beberapa negara. Salah satu penyebab krisis air yang terjadi yaitu pemakaian air yang tidak efisien (Abidin, 2006).
Krisis air yang terjadi membuat ketersediaan air tanah semakin menipis karena selama ini masyarakat hanya bergantung dari ketersediaan air tanah. Untuk itu, diperlukan suatu alternatif menghemat ketersediaan air tanah untuk mencegah…

KAJIAN PENERAPAN EKOLOGI INDUSTRI BAJA


Abstrak
Konsumsi kebutuhan yang meningkat berbanding lurus dengan kebutuhan energi pada proses pembuatan suatu produk. Kelangkaan bahan baku saat ini dapat diatasi dengan suatu sistem ekologi kawasan industri untuk mendukung keberlanjutan produk. Industri baja merupakan salah satu industri yang digunakan untuk pembangunan berkelanjutan. Batasan penulisan ini yaitu mengkaji tentang ekologi industri baja hulu yang menghasilkan slab dan billet. Proses produksinya dengan menggunakan proses reduksi langsung, kemudian dilanjutkan dengan tahap Electric Arc Furnace (EAC), Proses pemurnian dan penambahan unsur dalam Ladle Furnace (LF), dan Proses pengecoran pada Continuous Casting Macine (CCM). Tahapan proses tersebut memiliki produk samping yang dapat digunakan kembali (onsite recycle) dan sebagai bahan baku oleh industri lain. Hasil produk samping tersebut merupakan bentuk penghematan terhadap sumber daya alam berupa bahan baku. Selain penghematan sumber bahan baku, industri baja juga dapat menghemat sumber daya energi yang dioptimalkan sehingga akan tercipta pembangunan dan hasil produksi yang berkelanjutan.

3.12.2011

KAJIAN ISU LINGKUNGAN
PERIODE 1
1 MARET 2010 – 20 MEI 2010
TEKNOLOGI LINGKUNGAN TEPAT GUNA
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGHEMATAN AIR TANAH
MENGGUNAKAN TANKI AIR HUJAN
Disusun oleh :
Ketua : Rully Septria – 07513001 (angkatan 2007)
Anggota : Yebi Yuriandala- 07513014 (angkatan 2007)
untuk :
IKATAN MAHASISWA TEKNIK LINGKUNGAN INDONESIA
HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK LINGKUNGAN

2010
---

1. PENDAHULUAN
Air merupakan sumber daya yang mutlak diperlukan dalam kehidupan manusia.
Jumlah air yang ada di bumi adalah 97.5% berupa air asin dan 2.5% air tawar.
Jumlah air tawar sebesar 2.5% jika dibagi lagi adalah 69% masih berupa es
dikutub dan salju, 30% berupa ari tanah, 0.7% berupa air hujan dan 0.3%
merupakan air sungai (Kodoatie dan Sjarief, 2005). Jumlah tersebut sangat sedikit
jika dipergunakan secara terus menerus, ditambah jumlah populasi yang terus
meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2025 akan terjadi krisis air di
beberapa negara. Salah satu penyebab krisis air yang terjadi yaitu pemakaian air
yang tidak efisien (Abidin, 2006).
Krisis air yang terjadi membuat ketersediaan air tanah semakin menipis karena

selama ini masyarakat hanya bergantung dari ketersediaan air tanah. Untuk itu,
diperlukan suatu alternatif menghemat ketersediaan air tanah untuk mencegah... 

12.03.2010

Keselamatan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3-LH) di PT. Krakatau Steel-Cilegon

Pada makalah Pengelolaan K3

  Latar Belakang
Penurunan dan peningkatan produktivitas suatu perusahaan atau pabrik berdampak langsung pada tenaga pekerjanya. Hal ini menjadi sangatlah penting bentuk keselamatan kerja pada suatu perusahaan bagi tenaga kerja sendiri. Minimnya perhatian terhadap keselematan kerja berdampak besar terhadap kerugian suatu perusahaan. Kerugian tersebut menyebabkan produksi pada suatu perusahaan terganggu. Kerugian yang berdampak pada tenaga pekerjanya seperti luka, cacat bahkan hingga menyebabkan meninggal. Selain itu kerugian juga berdampak pada property perusahaan menjadi timbul kerusakan pada bangunan dan peralatan kerja. Berbagai kerugian tersebut yang utama yaitu kerugian yang ditimbulkan pada profit mengalami penurunan.

11.09.2010

DESAIN BANK MINYAK JELANTAH DALAM RANGKA PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN



Dewasa ini energi di bumi yang berasal dari fosil (batu bara dan minyak bumi) sudah mencapai ambang krisis sedangkan kebutuhan manusia akan energi terus meningkat. Manusia merupakan makhluk yang tidak akan pernah merasa cukup terhadap perkembangan teknologi dan industri sehingga ekplorasi hasil bumi terus dilakukan dan meyebabkan cadangan energi semakin defisit. Permintaan pasar dunia akan energi yang berasal dari minyak bumi telah meningkat 3 kali lipat sejak tahun 1950 (Prihandana dan Hendroko, 2007). Hal ini merupakan salah satu pemicu terjadinya kelangkaan dan melonjaknya harga minyak dunia saat ini. Harga minyak dunia dapat menembus angka $ US 125 per barrel, yang merupakan harga dengan rekor tertinggi dunia untuk kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Sehingga pemerintah Indonesia mulai gencar untuk menerapkan

9.13.2010

Rainwater Harvestig (RWH) As A Water Source Alternative For Post Earthquake Disaster Mitigation


Widodo B.1), Rully S.2), Donan W.3), J. Rahmadani.3), R. Lupiyanto 3)
1) Environmental Engineering Department, FTSP, Universitas Islam Indonesia (UII) 2) Student of Environmental Engineering Department, FTSP, 3) Center for Environmental Study (PSL), UII
 (The Proceeding of INTERNATIONAL SEMINAR On "The Reflection of Three Years of Yogyakarta Earthquake for Anticipation Future Earthquake Disasters" 27th May 2009, Master Program in Civil Engineering, Faculty of Civil Engineering and Planning, UII)

Abstract
        Clean water is the main necessary for daily life, moreover after the earthquake. There are many dried well, after earthquake in 2006 that happen in Bantul,

is the real condition for the limited clean water availability. Clean water that is supplied by tank trucks can not cover all societies’ need. In the rainy, with the rain fall average 200 mm/month, it could be good moment to sufficient the needing of clean water by using Rainwater Harvesting (RWH) method. The catchment area can be done by using tent’s roof to be flowed into storage tanks, for example bucket, drum or canvas. Generally, the quality of rainwater in Yogyakarta and surrounding areas are good enough and it is enough only by boiled it before consumed. But, if the quality of water is not good enough, it can be done by alternative of simple water treatment which is by filtering that use media such as grass, sand, gravel etc. This rainwater harvesting is considered to be alternative solution to sufficient clean water for disaster area, so that the priority of recovery in emergency and post disaster moment will be more focused on the victims not other problems. 


Keywords: rainwater harvesting, earthquake, mitigation, water supply

KRISIS AIR DILIMPAHAN AIR


tulisan dari leaflet untuk memperingari world water day...
22.3.2010
Air merupakan sumber daya yang mutlak diperlukan dalam kehidupan manusia. Untuk keperluan minum, memasak, mandi, mencuci, dan sebagainya tidak luput dari penggunaan air yang tersedia di planet Bumi. Jumlah air yang ada di bumi adalah 97.5% berupa air asin yang terdapat pada lautan dan 2.5% air tawar. Jumlah air tawar sebesar 2.5% jika dibagi lagi adalah 69% masih berupa es dikutub dan salju, 30% berupa ari tanah, 0.7% berupa air hujan dan 0.3% merupakan air sungai (Kodoatie dan Sjarief, 2005). Jumlah tersebut

SURAT YANG DITULIS PADA TAHUN 2070

Hallow… Ada sedikit artikel nih. Setelah baca mohon kesadarannya!!! Saat ini adalah tahun 2070. Usia saya baru 50 tahun, tetapi penampilan saya seperti seseorang yang telah berusia 85 tahun. Saya menderita gangguan ginjal serius

BUMI MAKIN PANAS !!!


Bumi semakin hari semakin panas. Menurut berita dari yang banyak saya baca, hal tersebut di akibatkan juga dari efek rumah kaca. Sebagian besar memang di akibatkan karena minimnya pengetahuan dan kesadaran dari manusia tentang lingkungannya. Saya sebagai mahasiswi Teknik Lingkungan yang ikut bertanggung jawab terhadap lingkungan ingin sedikit membagi ilmu yang telah saya pelajari dari bidang saya tersebut.