1. Kajian Ahad
Setiap hari Ahad sore pukul 16.30-17.30, dengan materi:
Pekan ke 1 Fiqih oleh Ust. Fathullah Burhan
Pekan ke 2 Kitab Riyadhusshalihin oleh Ust. Ubaidillah Masyhadi
Pekan ke 3 Aqidah oleh Ust. Muh. Ridjal
Pekan ke 4 tematik oleh ust. Fityan Amali, Lc.MPd.
Catatan: - Jika ada Muhadhoroh pada ahad pagi maka kajian sore diliburkan.
- Jika ada kajian setiap 2 bulan sekali pada pekan ke 3 oleh Ust. Abu Isa maka kajian sore diliburkan.
PJ Ummu Afifah Eny Marwanti 087871315336
2. Kajian Tahsin Al Qur’an
Setiap hari Selasa sore pukul 16.00-17.30 dengan kelas Iqra’ dan kelas Tajwid.
PJ Ros Rosmayati 087771259897
3. Kajian Ta’shiliyah
Setiap hari Rabu sore pukul 16.00-17.30, bersama Ustadzah Liana Suciawati Ummu Fadhl dengan materi:
Pekan ke 1 Kitab Syarah Al Wajibat
Pekan ke 2 Kitab Syarah Arba’in An Nawawi
Pekan ke 3 Tazkiyatun Nufus
Pekan ke 4 Kitab Tafsir Juz ‘Amma.
PJ Ummu Rosyid 087771952084
4. Kajian Bahasa Arab (KABAR) Pemula
Setiap hari Kamis sore pukul 16.00-17.30 (membahas kitab Durusul Lughoh Al Arobiyah)
PJ Ummu Ihsan Yuyun Sugiarti 087871669817
5. Kajian Khusus Asatidzah SDIT dan SMPIT Al HANIF
Setiap hari Jum’at pukul 11.30 – 12.30
PJ Mumu Awanah 087871156671
5. Kajian Bahasa Arab (KABAR) Lanjutan
Setipa hari Ahad pukul 09.00 – 12.00 (Membahas Kitab Nahwu Al Muyassar, Kitabut Tashrif dan Al Arobiyah baina Yadaik)
Catatan: Jika ada Muhadhoroh pada hari Ahad pagi maka KABAR Lanjutan dimajukan pada hari Sabtu dengan jam yang sama.
PJ Yuliyana Ummu Ibrahim 087878878837
SEMUA KEGIATAN INI DISELENGGARAKAN DI KOMPLEK IMAM AN NAWAWI CIBEBER, CILEGON, BANTEN
(Bagi yang ingin mendapat info tentang kegiatan-kegiatan di atas silahkan menghubungi penanggung Jawab masing-masing kegiatan dengan nomor contact yang telah dicantumkan).
5.09.2013
5.08.2013
al 'arobiyatu lughotun sahlatun
Katakan, "Aku cinta dg bahasa Arab dan aku ingin bisa berbahasa Arab"Mengapa?
Karena, dg menguasai bahasa Arab kita bisa...
-- Menikmati lantunan ayat2 Al-Qur'an yg sedang kita baca atau kita dengarkan dan langsung tau maknanya tanpa harus membuka mushaf terjemahan (katanya hal ini rasanya "dahsyat" banget!)
-- Membaca kitab2 hasil karya ulama tanpa orang ketiga/penerjemah, (meski tetap butuh dibimbing oleh guru agar tdk salah memahami)
-- Mendengarkan muhadharah2 para ulama Timur Tengah langsung tanpa penerjemah
-- Mengajari orang lain yg belum bisa bahasa Arab
dll.
Mudah2an Allah memudahkan kita utk belajar bahasa Arab dan menguasainya, aamiin...
~copas~
Karena, dg menguasai bahasa Arab kita bisa...
-- Menikmati lantunan ayat2 Al-Qur'an yg sedang kita baca atau kita dengarkan dan langsung tau maknanya tanpa harus membuka mushaf terjemahan (katanya hal ini rasanya "dahsyat" banget!)
-- Membaca kitab2 hasil karya ulama tanpa orang ketiga/penerjemah, (meski tetap butuh dibimbing oleh guru agar tdk salah memahami)
-- Mendengarkan muhadharah2 para ulama Timur Tengah langsung tanpa penerjemah
-- Mengajari orang lain yg belum bisa bahasa Arab
dll.
Mudah2an Allah memudahkan kita utk belajar bahasa Arab dan menguasainya, aamiin...
~copas~
Tundukan pandangan mu wahai pejuang dakwah
Berbuat baik memang diperintahkan,
namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis.
Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang...
jaga diri yaa ukhti, hindari komunikasi berlebih dengan lawan jenis di dunia maya, apa lagi di dunia nyata...
tundukan pandangan mu wahai ikhwan pejuang dakwah.
Tidaklah nyaman ketika mata-mata kalian mengikuti langkah kami berjalan..
wahai ukhti,
saling menasihati sangat baik, namun.. tempatkan nasihat sesuai dengan tempatnya..
saudarimu lebih membutuhkan nasihat dibanding dengan saudaramu..
Jangan hiraukan ikhwan pejuang dakwah yang sering berinteraksi denganmu,, sesungguhnya pejuang dakwah yang sebenarnya hendaknya menahan interaksi terhadap lawan jenis sampai tiba waktunya, ketika engkau saling melengkapi.. melengkapi untuk membangun keluarga baru..
~pojok kamar, kaliurang of jogja~
namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis.
Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang...
jaga diri yaa ukhti, hindari komunikasi berlebih dengan lawan jenis di dunia maya, apa lagi di dunia nyata...
tundukan pandangan mu wahai ikhwan pejuang dakwah.
Tidaklah nyaman ketika mata-mata kalian mengikuti langkah kami berjalan..
wahai ukhti,
saling menasihati sangat baik, namun.. tempatkan nasihat sesuai dengan tempatnya..
saudarimu lebih membutuhkan nasihat dibanding dengan saudaramu..
Jangan hiraukan ikhwan pejuang dakwah yang sering berinteraksi denganmu,, sesungguhnya pejuang dakwah yang sebenarnya hendaknya menahan interaksi terhadap lawan jenis sampai tiba waktunya, ketika engkau saling melengkapi.. melengkapi untuk membangun keluarga baru..
~pojok kamar, kaliurang of jogja~
5.07.2013
INI PINTA DARIKU
Tidaklah aku mencari yang sempurna.
Cukup untuk engkau ketahui saja.
Jaga agamamu.
Jaga akhlakmu.
Jaga lisanmu.
Jaga amal ibadahmu.
Setelah itu datanglah ke rumahku.
Lalu lamarlah aku.
~copas~
Tidaklah aku mencari yang sempurna.
Cukup untuk engkau ketahui saja.
Jaga agamamu.
Jaga akhlakmu.
Jaga lisanmu.
Jaga amal ibadahmu.
Setelah itu datanglah ke rumahku.
Lalu lamarlah aku.
Cukup untuk engkau ketahui saja.
Jaga agamamu.
Jaga akhlakmu.
Jaga lisanmu.
Jaga amal ibadahmu.
Setelah itu datanglah ke rumahku.
Lalu lamarlah aku.
~copas~
4.12.2013
Meninggalkan cinta dunia untuk cinta akhirat
Dunia dan akhirat itu gk bisa
disamain, beda jaaauuuh…
Kita cuma beberapa tahun hidup
didunia dan diakhirat itu kehidupan yang kekal..
Terus kenapa masih banyak yang lebih
mencintai dunia dibanding akhirat?? Sebegitukah yakinnya mereka akan tinggal
selamanya di dunia, dan tidak takutkah mereka dengan azab mereka kelak di
akhirat??.
Mungkin mereka memang belum dapet ilmunya
atau memang gak mau tau tentang ilmu syariat tersebut??. Merugi.. sangat merugi
orang-orang yang seperti itu..
Tidakkah mereka iri dengan penuntut
ilmu akhirat, yang sekarang sedang berjuang belajar tentang ilmu syar’i. ketika
pejuang ilmu syar’I sibuk dengan hafalan hadist,tafsir dan ilmu-ilmu lainnya,,
sang pecinta dunia sibuk dengan ilmu duniawinya. Apa yang dibanggakan dari
duniawi????.
Saya sendiri iri dengan orang-orang
yang telah diberi hidayah jauh lebih lama dari saya… Ilmu aqidah aja cabangnya
begitu banyak, tapi saya sempet-sempetnya belajar ilmu duniawi.. so, bagaimana
saya mempertanggungjawabkan nanti ketika dihisab??. Apa yang saya bela, udah
berapa kitab aqidah, tauhid, fiqih dsb yang sudah saya baca dan terapkan…
MasyaAllah,, begitu rendahnya ilmu
akhirat saya…
Sampai memprioritaskan ilmu duniawi..
Kadang terlintas untuk ilmu duniawi
untuk akhirat,, jujur itu sering terlintas oleh saya…. Ada kebanggaan jika
nilai kuliah saya bisa membuat bangga orang tua.. tapi,,, saya akan lebih bangga
jika saya bisa menunjukkan hafalan 30 juz saya untuk orang tua saya…
Saya sendiri gktau, mendeskripsikan
perasaan saya ini..
Ketika orang tua saya berharap dengan
sangat untuk saya memperoleh gelar master, tapi hati ini gk sejalan dengan
kemauan mereka..
Sampai saat ini pun saya belum banyak mengaplikasikan ilmu dunia saya untuk akhirat L
3.26.2013
Niat yang keliru
Sebenarnya tujuan kita mengaji itu apa
sih? Tentu agar kita memahami agama dengan baik, agar kita dapat beribadah
sesuai dengan apa telah yang Allah syari’atkan. Dan kita mengetahui hal-hal
buruk yang telah Allah larang. Dengan belajar ilmu agama, kita tahu mana yang halal, dan mana yang haram.
Tapi coba kita tilik di dalam hati kita,
sudah benarkah niat kita selama ini dalam menuntut ilmu agama? Apakah niat kita
sama seperti yang telah dituliskan di atas? Atau kah ada hal-hal lain yang
memalingkannya? Misalnya ingin dianggap sebagai orang yang rajin ngaji, rajin
belajar ilmu agama, dan misal lainnya. Intinya ingin mengharapkan pujian
manusia.
Bacalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam, yang diriwatkan shahabat ‘Umar bin Al-Khattab (yang artinya),
“Sesungguhnya amal itu tergantung niat,
dan seseorang itu akan mendapatkan hasil dari apa yang telah ia niatkan…” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
Ketika niat kita mengaji hanya untuk
mendapatkan dunia, maka hanya sebatas itulah hasil yang kita dapatkan dari
mengaji. Karena betapa banyak mereka yang melakukan amalan shalih, namun rusak
dalam niatnya.
Dalam lanjutan hadits niat, dikatakan
bahwa
“…barangsiapa
yang hijrahnya karena dunia, atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya
itu kepada apa yang telah ia tujukan.”
Jadwal Kajian Cilegon – Serang
Berikut Jadwal Kajian Rutin Kota Cilegon Dan Serang (Update 20 Maret 2013)
DAERAH CILEGON DAN SEKITARNYA
| Hari | Waktu | Materi |
| Ahad ke-3 | 16.00 – 18.00 | At-Tanbihaat Mukhtashar Ust Muhammad Ridjal Masjid Imam Nawawi Yayasan Al-Hanif Cibeber |
| Ahad ke-3 | 18.00 – 19.30 | Syarah Ushul Ats-Tsalatsah Ust Muhammad Ridjal Masjid As-Salam GSI |
| Ahad ke-4 | 09.00 – 12.00 | Al-Kaba’ir Ust Fachruddin Nu’man Masjid As-Salam Propelat KS |
| Senin | 18.00 – 19.30 | Hushulul Ma’muul Ust Muhammad Ridjal Masjid Raudhatul Jannah PCI |
| Selasa ke-2 | 12.00 – 13.00 | Kitab At-Tauhid Ust Muhammad Ridjal PT KTI (karyawan) |
| Selasa | 18.00 – 19.30 | Bhs Arab Dasar Ust Muhammad Ridjal Masjid Asy-Syuhada BBS 3 |
| Rabu ke-1 | 12.00 – 13.00 | Kitab At-Tauhid Ust Muhammad Ridjal Masjid Baiturrahman SSP PT KS (karyawan) |
| Rabu ke-1 & 2 | 19.30 – 21.00 | Bahjatun Nazhirin Ust Muhammad Ridjal Musholla Jl Baja Komp Krakatau Steel |
| Rabu ke-2 & 4 | 12.00 – 13.00 | At-Tauhid Ust Muhammad Ridjal PT Titan (karyawan) |
| Kamis | 12.00 – 13.00 | Fathul Majid & Al-Wajiz & Al-Manhaj Ust Muhammad Ridjal Masjid Al-Muhajirin Admin Building PT KS |
| Kamis (kecuali pekan ke-5) | 18.00 – 19.30 | Syarah Aqidah Wasithiyah & Akhlak Ust Muhammad Ridjal Masjid Asy-Syuhada BBS 3 |
| Sabtu ke-5 | 05.00 – 06.00 | Al-Manhaj Ust Muhammad Ridjal Masjid Al-Ikhlas Komp KR |
| Sabtu ke-2 | 16.00 – 18.00 | Fathul Majid Ust Muhammad Ridjal Rumah Bu Endang Komp PCI blok D dekat Polsek (khusus ummahat) |
| Sabtu ke-1 & 3 & 5 | 18.00 – 19.30 | Al-Wajiz & Al-Manhaj Ust Muhammad Ridjal Masjid Al-Muhajirin Komp Taman Krakatau – Serdang |
| Sabtu ke-4 | 18.00 – 19.30 | Kasyfu Syubuhat Ust Muhammad Ridjal Masjid Al-Muhajirin Komp Taman Krakatau – Serdang |
Langganan:
Postingan (Atom)