12.19.2017

🔊 *Jadual Kajian Kemuslimahan Yayasan Al-Hanif* (v1703)

📚 *KAJIAN SENIN*

➡ *SORE*

✏ *Pekan 1*
📙 Kitab Fiqih Doa dan Dzikir
💙 Ustadz Fathullah Burhan

✏ *Pekan 2*
📙 Kitab Fiqih Al Wajiz
💙 Ustadz Ahmad Baihaqi

✏ *Pekan 3*
📙 Kitab Fawaaidul Fawaaaid Ibnu Qoyyim alJauziyyah
💙 Ustadz Ubaidillah Masyhadi

✏ *Pekan 4*
📙 Kitab Manhaj Firqotun Najiyyah (Jalan Golongan Yang Selamat)
💜 Ustadzah Hasanah Ummu Abdirrohman

✏ *Pekan 5*
📔 Tematik

🕌 Masjid Imam An-Nawawi Perumnas
🕰 16.15-17.30
📞 0852-1482-2086


📚 *KAJIAN RABU*

➡ *SORE*

✏ *Pekan 1*
📕 Kitab Fiqih Asmaul Husna
💜 Ustadzah Ani Ummu Maryam

✏ *Pekan 2*
📕 Kitab Syarah Hadits Arba'in
💜 Ustadzah Rubeya Ummu Abdillah

✏ *Pekan 3*
📕 Kitab Umdatul Ahkam
💜 Ustadzah Ani Ummu Maryam

✏ *Pekan 4*
📕 Kitab Tafsir Juz'amma
💜 Ustadzah Ani Ummu Maryam

✏ *Pekan 5*
📔 Tematik

🕌 Masjid Imam An-Nawawi Perumnas
🕰 16.15 - 17.30
📞 0852-1482-2086

👣👣Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk menghadiri Taman-taman Surga dunia. 💐🌿🌺🌳

📝 زادنا الله علما وحرصا .💡💐

✒ GRATIS

ℹInformasi :
📞 +62-812-8018-2667

🔗FB: fb.com/Kemuslimahan.Alhanif
🔗Telegram: bit.ly/YayasanAlhanif

#kajianummahat #kajianmuslimah #muslimahmengaji #muslimahcilegon #kajianislammuslimah
update: 01/03/17 v1703

 •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

♻Dipublish oleh *Alhanif Broadcast Center (ABC)*.

TG: bit.ly/YayasanAlhanif
FB: fb.com/YayasanAlhanif

╔═❖BERLANGGANAN ╗
Cara berlangganan Broadcast Info Kajian Alhanif Cilegon via WhatsApp:
*Kirim:*
*ABC*#Nama#Domisili#L/P#Usia#Profesi

*Contoh:*
*ABC*#Mahmud#Cibeber#L#20#Mahasiswa

Ke WA:
• 089 939 *MY ABC*
  (089 939 *69 222*)
╚════════❖🔷 ╝

12.03.2017

Berani hapus medSosmu ???.

      Sering gak sih kita merasa waktu kita cepat berlalu. Gak kerasa, eeh udah hari senin lagi. Kata-kata itu tuh yang sering diucapkan dari siswa sekolah, sampai dengan pekerja. Pasti merasa kalau waktu berjalan sangat cepat.
Hey.. jangan jadikan waktu sebagai kambing hitam dong.
Waktu itu 24 jam. Gak kurang apalagi lebih, ini masih dunia kan yah bukan alam barzakh yang waktunya sekian kali lipat dibumi. Lantas apa yang membuat waktu berjalan begitu singkat ???.
Jawab: Salah satunya adalah media Sosial/MedSos.
       Siapa sih yang gak tau zaman now sama istilah instagram, facebook, twitter, kecuali mungkin hidupnya tidak terekspos sama teknologi. Hmmm, bagi saya medsos itu minim manfaat. Jika kita bijak menggunakannya bisa bermanfaat, seperti jualan online, media dakwah, , promosi instansi dll. Sisanya hanya mengisi waktu luang yang pada akhirnya waktu luang berkualitas itu habis dengan membuka medSos. Hampir separuh waktu kita dihabiskan di medsos. Entah kenapa, orang-orang sudah terpaku dengan layar yang berukuran 4-6 inch tsb.
     Beberapa orang yang saya temui (sekiranya mereka aktif di medSos) ketika ngobrol langsung sangat super pasif. Wah, berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di medSos. Kalau di tilik di ilmu psikologi mungkin orang-orang tersebut memiliki kepribadian ganda. Atau bisa jadi dalam diri mereka tersembunyi sifat alay ala anak zaman now. Hhhehe
        Suatu hari saya meraskan satu titik jenuh di medSos. Ketika hampir isi medsos di dominasi dengan tujuan, ingin diakui, upload foto, tulis status yang fungsinya supaya semua orang tau kalau si punya medSos lagi sedih, galau bahagia, seneng, dan berbagai hal yang mereka rasakan di upload. Ge ngopo toh iki. Kenapa saya lebih banyak membaca hal tidak bermanfaat yang sekedar status gak jelas. Kadang timbul rasa hasad terhadap apa-apa yang mereka update.Tanpa terasa lisan ini jelas mengalir kata-kata hasad (Duuh, udah gak beres nih..).
     Titik kejenuhan itu membuat saya untuk menghapus akun medSos. Hanya beberapa saja yang saya sisakan. Seperti Blog, sengaja dibiarkan karna ini ajang mengasah tulisan. Konon menulis merupakan salah satu penghilang stress (Wah ketauan nih yee lagi stress). Kemudian, whatsapp karna nomor Hp saat ini merupakan bentuk profesionalisme dalam bekerja. Walaupun sempat kecewa dengan whatsapp yang memakai fitur status, kan jadi alay.
    Menurut saya, hal pribadi itu gak penting dijadikan status apalagi di upload. Gak ada fungsinya, sia-sia. MedSos ini kadang membuang waktu saya hanya untuk melihat foto si fulan dan fulanah yang lagi honeymoon (wwooo iri-iri hhaha, emang…week..).
       Sampai jumpa medSos. Untuk saat ini saya hanya ingin menghilang dari dunia per-MedSos-an. Kalaupun ada perlu bisa langusng hubungi nomor Hp tanpa perlu kepo isi medSosnya. Kepribadian seseorang itu bukan dinilai dari satu arah seperti medSos. Ya kan…
Kualitas waktu pun menjadi lebih bermakna tanpa MedSos. Berani hapus medSosmu ???. kalau saya sih yes


PRIORITAS

Bismillah

Hari ini full merenung seharian di kamar (Ceileh galau beud dah..) kegiatan favorit liburan yah gini, mungkin karena masa remaja dulu kalau libur gak pernah di rumah, jadi sekarang bosan kalau mau keluar. Lagian mau kemana, shoping? (lah iyaak kayak banyak duit), jalan ke alam?(aah capek.. ). Kawan tau kan, jilbab yang saya pakai ini kedombrang sampai lutut, dan engep ditambah cadar. So, kamar merupakan tempat ternyaman, bukankah ada hadist yang mengatakan bahwa sebaik-baik wanita itu yang betah dirumahnya. Yippi!! (Aku…aku). Kegiatan liburan baca buku, main hape, diselingi nambah hafalan. Ditambah beresin kamar. Aaah rasanya kangen bersantai di ruangan 4x3 meter ini.
Rencana berangkat kajian pupus karena hujan rintik, dikit sih tapi rasanya Alqur’an manggil minta ditambah hafalan. Yaudah, selagi semangat why not!. Kajian ahad ini ust. Abu Isa yang sudah saya khatamkan ketika dauroh di pogung. Selama seminggu full dauroh aqidah dan tauhid sekaligus ujian ma’had ‘ilmi. Kajian kitab seharian, ngantuk sih jelas, tapi seneng dari pada di kampus.
Ngomongin tentang kampus, jadi teringat s-2 saya yang gak jelas. Dahulu saya niat dari semenjak SMA bercita-cita menjadi professor wanita. Dulu sih pikirannya lugu, menghasilkan uang dengan modal otak encer, Hehe. Seiring berjalannya waktu, cita-cita itu mulai pudar.
Semakin lama mendalami Islam semakin tau hakikat sebenarnya wanita. Akhirnya s-2 saya terseok-seok. Sempat akan berhenti, tapi kasian ortu. Selain itu di kajian ustadz di wisma muslimah bercerita:
“ jika memang anti mau meninggalkan bangku kuliah dengan alasan ingin mempelajari islam, silahkan. Anti harus serius dan mencontoh seperti ustadz Firanda, yang rela banting setir dan bisa masuk ke Universitas Madinah. Tapi kalo anti keluar kuliah lalu luntang-lantung nggak jelas, lebih baik jangan. Ingat, ada orang tua dibalik perjuangan anti selama ini, ada keringat mereka yang mencari rupiah, ada harapan. Terlebih masuk ugm ini bukan hanya iseng, ada perjuangan ribuan pendaftar sehingga anti yang terpilih. Allah memilih anti masuk ugm bisa jadi akan memberikan hidayah. Tahan saja kalau memang di kampus ikhtilat dsb, yang penting anti tetap berprestasi dan jangan lupa istiqomah. Insyaa allah, akan dimudahkan oleh Allah”.
Jleb, jeleger, jeleduk, mungkin kalau ada animasi seperti di tv akan ada gambar petir menyambar.
Alhamdulillah s2 saya selesai, walau dengan 6 semester. Aah selow aja, cuma beda satu semester dari teman lain, kalau teman lain lulus 5 semester, saya nambah satu semester, meski jadi bahan guyon bukan mahasiswi s-2 tapi d-3. Setelah lulus saya merasa buntu, entah mau kemana. Di kampus sudah ditawari untuk magang beberapa semester, tapi apa daya orang tua meminta anak gadisnya ini untuk pulang ke kampung halamannya di ujung barat pulau jawa. Sekiranya bisa bantu di rumah.
Kerja di industri sih udah jadi blacklist paling atas, alias ogaah. Walaupun tenaga perempuan dibutuhkan, tapi rasanya gak pantas seorang muslimah yang sudah tau ilmu tentang ikhtilath bekerja disana.
Beberapa bulan di masa pengangguran saya isi dengan kursus menjahit. Lumayan bisa jahit baju dan celana sederhana. Meskipun hasilnya miring-miring tapi masih bisa kepake lah..hhe, hee..
Gak lama dapat kabar dari teman di Jogja untuk mencoba ke yayasan pendidikan sunnah di Cilegon. Dicobalah contacs mereka. Ini sih sebenarnya sebagai pelampiasan dari pada nganggur dirumah buntu gaktau mau ngapain. Balik ke Jogja gak mungkin juga.
Senang bisa jadi bagian pengajar sekolah sunnah. Awalnya semua terasa indah (Ciee..).
Namun, Ada hal yang mengusik yaitu ketika dipaksa untuk berinteraksi dengan instansi pendidikan lain yang mewajibkan sertifikasi atau apalah itu. Bukan karena saya gak mampu, tapi saya merasa gak nyaman ketika berinteraksi dengan lawan jenis. Selain itu, ketika mengurusi administrasi seolah waktu saya terbuang setengahnya untuk kehidupan dunia. Hmm, bahkan kajian rutin sore hanya sisa tenaga. Padahal ilmu agama itu harus diatas segalanya, bukan sebaliknya menjadikan ilmu agama sisa tenaga kita.
Beberapa rekan kerja berbicara tentang sertifikasi, ukg, dll.. aduh,, saya sih gak kepikiran hal seperti itu. Kalau memang tujuannya materi, sudah cukuplah honor UMR ini. Kalau kesetaran pekerja buat apalah, saya gak ngerasa pengen disejajarkan dengan para pekerja berlabel p*s. Bahkan dengan kuliah s-2 udah membuat saya cukup menyesal karena waktu ngajinya keambil setengah dengan alasan kuliah.
Dahulu berpikir yang sudah yaah sudah. Maksudnya sudah cukup berkutat dengan ilmu dunia dan mengejarnya.  Tapi ternyata sekarang seperti ini lagi. Karir dunia itu sudah malas saya pikirkan. Biar saja lah... hmm kedepannya saya paham apa pilihan yang harus saya ambil. IRT wanna be, why not?.


ps: gak semua sih kegiatan kampus itu jenuh. ada hal yang dirindukan, seperti nongkrong seharian diperpustakan untuk belajar. Itu tempat beneran untuk isolasi kalau mau belajar. Aah betah deh perpustakaannya FT UGM, the best..  

11.08.2017

daily activity

Cilegon, 8 November 2017
@smait putri alhanif
sudah lama rasanya tidak meluangkan waktu untuk sekedar menulis sesuatu yang di posting. Entah terlalu malas atau memang waktu luang yang mulai hilang. Yah hari ini sembari menunggu ke-dua siswi yang sedang asik sekaligus pusing tujuh keliling berkutat dengan soal olimpiade matematika, akhirnya saya kembali menulis blog. Sempat terlintas mau mengutip tulisan dari kajian dsb, tapi hanya rencana... Yah dari pada nganggur setidaknya berproduktif walaupun hanya sekedar menulis blog.
Setelah sekian lama galau karena tesis dan s2, sekarang akhirnya menyasarkan diri di sekolah putri. kalau kata teman seangkatan yang berjuang s2 demi karir semua memiliki pertanyaan yang sama "Ngapain sekolah tinggi di teknik kalau nyasarnya ke pengajar sma". okay, saya tau, kalau perguruan tinggi yang selama ini saya tempuh bukan perguran tinggi yang masuk dengan mudah. Tapi ketika hidayah itu sudah menyapa, rasanya indah banget berasa lupa dengan aktivitas dunia.
    Kalau untuk urusan rezeki, saya percaya Allah akan mengganti berkali-kali lipat sesuai dengan keistiqomahan. Tidak dalam bentuk uang, bisa jadi dalam bentuk kenikmatan yang sering kita lalaikan. Indahnya hidup jika kita merasa qona'ah..
Biarkanlah orang mau bilang apa tentang karir yang mungkin meleset dari prediksi para dosen dll. Sejujurnya hati ini sudah sangat terpaut dengan nikmat sunnah yang sulit untuk diabaikan.
tidak ikhtilath, bisa kajian sunnah, belajar tahsin, tahfidz, nikmat mana lagi yang engkau dustakan? bukankah itu nikmat yang sangat berlimpah melebihi rezeki dalam bentuk rupiah.

8.31.2017

Siapa yang Layak dijadikan Kawan Dekat?



Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazaairiy dalam kitab Minhajul Muslim menerangkan ada 4 sifat yang jika dimiliki seseorang, maka ia layak dijadikan kawan dekat atau sahabat.
1. عاقلاً
Yaitu orang yang berakal, karena tak ada kebaikan bagi seseorang ketika bersahabt dengan orang yang dungu lagi jahil. Sebab maksud berakal disini adalah “Tamyiiz”, yaitu dapt membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah.
2. حسنَ الخلُق
Yaitu orang yang berakhlaq mulia, sebab berakal tapi berakhlaq buruk adalah salah satu tanda ketidakmampuannya menahan syahwat, yang dapat merugikan kawannya.
3. تقيًّا
Yaitu orang yang bertaqwa. Karena kefasiqan dapat mengantarkan seseorang keluar dari ketaqwaan dan ketaatan pada Alloh, tega mengantarkan kawannya pada jurang Api Neraka.
4. ملازماً للكتاب والسنّة
Yaitu orang yang berpegang teguh pada Kitab dan Sunnah, jauh dari khurofat dan bid’ah. Karena orang yang dekat dengan khurofat dan bid’ah adalah pengikut hawa nafsu.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

Sumber: https://bimbinganislam.com/siapa-yang-layak-dijadikan-kawan-dekat/#more

8.30.2017

MANUSIA AKAN DI AZAB KARENA JAHIL TENTANG ILMU SYAR'I

👤Berkata,
Asy-Syaikh Sholeh bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

أما العلم الدنيوي فمن جهله فلا إثم عليه، و من تعلمه فهو مباح له، و إذا نفع به الأمة فهو مأجور عليه و مثاب عليه، و لو مات الأنسان و هو يجهل هذا العلم لم يؤاخذ عليه يوم القيامة،
لكن من مات و هو يجهل العلم الشرعي خصوصا العلم الضروري، فإنه يسأل عنه يوم القيامة،
لم لم تتعلم ؟
لماذا لم تسأل ؟

"Adapun ilmu yang bersifat keduniaan, maka barang siapa saja yang tidak mengetahuinya, tidaklah ada dosa atas dirinya"

"Adapun siapa saja yang ingin mempelajarinya, maka yang demikian itu adalah  boleh baginya"

Dan jika dimanfaatkan(ilmu dunia tersebut) bagi umat(muslim), maka dia akan mendapatkan balasan(didunia) dan pahala(diakhirat)

8.28.2017

KENYAMANAN PALSU



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Kalau seandainya seluruh manusia di muka bumi ini beriman dan bertaqwa kepada Allāh, (janji Allāh) Allāh akan membukakan keberkahan dari langit dan bumi.”

(QS Al A’rāf 96)

Ini janji!

وَعْدَ اللهِ حَقٌّ

“Janji Allāh adalah pasti.”

Sehingga tidak mungkin ada kedustaan dalam janji Allah. Orang yang beriman paham, jika Allāh sudah berjanji kemulian akan datang dalam kehidupan.

Kemulian yang diinginkan ketika manusia mangerti bahwa sesungguhnya Allāh menurunkan keberkahan dengan cara-cara yang diperintahkan.

Terkadang manusia menganggap, bahwa keberkahan yang ia miliki adalah sebuah kebaikan yang Allāh janjikan, padahal belim tentu. Karena yang namanya alma’ūnah, thalabul ma’ūnah, meminta pertolongan kepada Allāh yakni dengan sabar dan shalat.

Kita lihat, kemulian dihadapan kita, ditebarkan keindahan pemandangan fenomena pulau dewata. Mereka menganggap kemulian dekat kehidupan mereka, tetapi yang dipertontonkan adalah hal-hal yang bertentangan dengan kemulian.

Kesyirikan yang merajalela menjadi sebuah kenyamanan. Padahal demi Allāh, inilah yang dikatakan istidraj. Kenyamanan ketentraman kemulian yang bukan dari Allāh.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Iman yang dikaitkan dengan ma’unah,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

“Meminta tolong dengan sabar dan shalat.”

(QS Al Baqarah 45)

Tetapi, secara umum bahwa Allāh sendiri yang mengatakan :

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Allāh yang mencipta dan Allāh yang mencukupi.

(QS Al An’ām 101)

Sehingga baik orang yang tidak beriman yang tercukupi !
Memang fitrah Allāh kepada hambanya seperti itu. Tugas hamba itu bersyukur! Bersyukur atau Bersabar! 2 kemulian yang dijanjikan oleh Islam.

Orang yang bersabar:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

(QS Ibrāhim 7)

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Allāh bersama orang yang sabar.”

(QS Al Baqarah 153)

Efek kedua hal ini yang dikatakan al ma’ūnah karena cara yang betul. Tapi jika caranya sudah salah, bagaimana kemuliaan datang dalam kehidupan ?

Demi Allāh, sesungguhnya Allāh tidak akan pernah menolong orang yang berbuat zhalim. Zhalim yang dimaksud kesyirikan yang merajalela.

وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Tidak akan pernah ada penolong bagi orang yang berbuat zhalim (syirik).”

(QS Al Baqarah 270)

Jama’ah yang Allāh muliakan, demi Allāh, kemulian betul-betul datang dengan sebab, sebab yang baik akan mendatangkan kebaikan.

Oleh karena itu, tetaplah berbuat kebaikan untuk mendatangkan kebaikan. Jangan tertipu dengan fenomen yang ada, yang nyaman, yang datang karena keburukan yang kita lakukan.

Wallāhu a’lam bishshawāb.
Ustadz Subhan Bawazier

Sumber: https://bimbinganislam.com/kenyamanan-palsu/#more