7.06.2013

Masa lalu, sekarang dan akan datang


Terdapat 3 hal yang dibenci hati:
-       jika berkaitan dengan masa lalu, ia akan memunculkan huzn (kesedihan)
-       dan jika berkaitan dengan masa sekarang, ia akan menghadirkan gamm (keresahan)
-       bila berkaitan dengan masa yang akan datang, ia akan melahirkan hamm (kecemasan)
oleh sebab itum seorang hamba hendaknya memohon kepada Allah agar menghilangkan semua hal yang tidak disukai hati, baik yang berkaitan dengan masa lalu, sekarang, maupun yang akan datang. Sehingga hati menjadi jernih mudah menerima kebenaran.

Tetaplah bersemangat untuk kehidupan kita, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam,
“bersemangatlah atas perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan Allah dan janganlah engkau melemah. Jika ada sesuatu yang menimpamu, maka jangan engkau katakana: “ seandainya saya kerjakan ini niscaya akan begini dan begitu, akan tetapi katakanlah bahwa Allah yang telah menetapkannnya, apa yang Dia kehendaki maka Dia perbuat”. Karena sesungguhnya (kata-kata) “seandainya” membuka peluang bagi perbuatan setan”. (HR. Muslim).

Sungguh nasihat yang mencakup perkara masa lalu, sekarang dan akan datang..

~copas sahabat ilmu~

Hikmah belajar tauhid


Dauroh tauhid yang disampaikan Ustadz Abu Isa, selama 5 hari kemarin sangat menyentuh hati buat saya pribadi dan ikhwah yang telah datang. Sensasinya memang beda, ketika kita baca buku utsul tsalah sendiri dengan didampingi oleh seorang guru.
Ustadz Abu Isa sendiri diawal bercerita bahwa ia tamatan dari UGM fakultas Mipa. Hal ini memotivasi saya dan hiburan karna beliau berlatar belakang pendidikan umum seperti kami yang rata-rata mahasiswa dari UGM. Berarti tidak ada halangan untuk mahasiswa bisa menjadi ustadz asalkan kita bersungguh-sungguh dan niat karna Allah. Dimulai dari dasar, bahasa arab dan seksama rajin mengikut dauroh ke dauoroh.
Pelajaran dan inti sari tentang utsul tsalasah akan saya tulis di bagian lain. Disini saya hanya bercerita tentang hikmah belajar tauhid.
Siang tadi, saya mendapat kabar dari salah seorang adik angkatan di kampus mengabarkan ada penerimaan dosen tetap dan saya sangat diharapkan berpartisipasi sebagai salah satu pendaftarnya. Ada rasa senang sekaligus sedih, karna paginya saya berharap ada tawaran pekerjaan yang bisa menambah penghasilan saya untuk biaya spp di ma’had. Saya hanya berharap pada Allah ada rezeki yang akan disampaikan dari jalan manapun yang dikehendaki-Nya.

Sebanding tapi tidak mencukupi

Ada banyal dalil yang menyatakan sesuatu sebanding dengan lainnya.
misal, surat alikhlas = 1/3 Al-qur'an.
rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda,
"sesungguhnya ia (surat al-ikhlas) menyamai sepertiga Al-Qur'an" (HR. Bukhari: 5015, Muslim: 811)

Syaikh al-'utsaimin rahimahullah berkata,
"walaupun menyamai sepertiga Al-Qur'an, namun surat al-ikhlas tidak dapat menggantikan sepertiga Al-Qur'an.

seseorang yang membaca surat Al-ikhlas sebanyak 3x didalam sholat, maka belum mencukupi sebelum membaca surat al-fatihah.
janganlah kalian heran, ada sesuatu yang sebanding tapi tidak mencukupi.

tafsir juz amma

~copas sahabat ilmu~

menjadi orang biasa

Bagimu para pendakwah, baik dimedia bb ataupun lainnya..
untukmu para penyelenggara kajian, yang rutin maupun insidential..
padamu, wahai para dermawan yang baik hati...
waspadai ketenaran...!!

seringkali "dikenal" orang menjadi celah masuk setan sehingga hati tak lagi ikhlas.
adapun bagi kita yang "merasa" biasa-biasa saja...
tegulah dalam menuntut ilmu dan menjalankan syariat-Nya.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam bersabda;
"maukah kusampaikan kepada kalian tentang ahli surga?"
Para sahabat menjawab;
"tentu"
Beliau bersabda;
"Orang-orang yang lemah dan diremehkan (orang) andaikata dia bersumpah atas nama Allah (berdoa) pasti akan Allah kabulkan..." (HR. Bukhasi - Muslim)

imam an-Nawawi menjelaskan hadist di atas dengan perkataan,
adapun makna: "DIa diremehkan manusia, dianggap hina sering disuruh-suruh. disebabkan dia lemah dari sisi dunia.." (syarh Shahih Muslim)

Usah resah dan gelisah,,,
Meskipun tak dikenal dibumi, semoga Allah berkenan mengenal kita dilangit.

~copas; sahabat ilmu~

7.03.2013

Renungan untuk Ikhwan-Akhwat Pengguna Facebook


Penyusun: Abu Muhammad Al-Ashri

Muraja’ah dan koreksi ulang: Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar

Akhi…

Bila kita sempatkan diri kita untuk membaca sejarah hidup para pendahulu kita yang shalih mulai dari masa shahabat hingga para ulama salaf, niscaya kita dapati akhlak, adab, dan ketegasan mereka yang menakjubkan. ‘Kan kita jumpai pula indahnya penjagaan diri mereka dari aib dan maksiat. Merekalah orang-orang yang paling bersegera menjauhi maksiat. Bahkan, sangat menjauh dari sarana dan sebab-sebab yang mendorong kepada perbuatan maksiat.

Bila kita membaca kehidupan anak-anak atau para remaja di masa salaf, niscaya kita dapati mereka adalah darah-darah muda yang tampak kecintaannya terhadap din, semangatnya dalam membela al-haq, dan sikap bencinya kepada perbuatan dosa. Maka, kita dapati mereka di usia muda, sudah memiliki hafalan Al-Qur’an, semangat yang besar untuk berjihad, dan kecerdasan yang menakjubkan.

Sebaliknya, sungguh sangat sedih hati ini. Tidakkah kita merasakan bahwa kaum muslimin saat ini terpuruk, terhina dan tidak berdaya di hadapan orang-orang kafir, padahal jumlah kita banyak? Lihatlah diri kita! Bandingkan diri kita dengan para pemuda di masa salaf! Akhi… saya, antum, kita semua pernah bermaksiat. Namun, sampai kapan kita bermaksiat kepada-Nya?

...

6.22.2013

TIPS MAKAN DI WARKAN BUAT PARA CADARERS


Tentunya kita yg bercadar juga pengen dong sesekali makan keluar, di warteg, warkan, atau resto.
Na... berikut beberapa tips buat antunna yg bercadar (atau yg mau mulai bercadar) kalo mau makan di luar.
1. Paling nyaman pakai cadar mesir, atau bisa juga bandana, atau cadar tali. Dg syarat cadarnya lebar ya.. spy pipi kanan kiri ketutup.
2. Lebih nyaman lagi pakai jilbab cadar rit yg ada purdahnya. Purdah 1 atau 2 ga masalah.
3. Untuk makan besar (nasi, atau lainnya, terutama yg berkuah), TIDAK dianjurkan pakai jilbab ritt safar TANPA purdah, karena susah nyuap nasi berkuah (nasi ga berkuah aja jg susah.. hehe..). Kalo makan cemilan masih bisa.
4. Pilih meja di pojok kanan, menghadap tembok. Jangan menghadap audience.. hehe..
5. Buat yg pake cadar mesir, bandana atau tali, cara makan :
buka sisi kanan cadar pake tangan kiri, terus tangan kanan nyuap makanan..
amaaann insya Alloh ..
6. Kalo terpaksanya menghadap audience, yg ini harus pake jilbab berpurdah.
Caranya :
- majukan selapis purdah ke depan muka
- buka retsleting cadar
- purdah di krukupkan (bhs indo nya apa ya.. dikrudungkan kali..) ke piring makan. Tangan kiri megang purdah dari dlm, melindungi spy purdah ga nyemplung ke nasi. Tangan kanan makaaaannn... nyam .. nyaaammm... nikmat deh .. serasa di warkan cuma ada kita sendiri, gada org lain .. hehehe..
SELAMAT MENCOBA .. SEMOGA BERHASIL (CADARNYA GA BAU MACEM2 MASAKAN..HEHE...) DAN MAKIN CINTA PAKAI CADAR

~copas~

6.10.2013

How sometimes we just judge somebody by what she say...

Barometer adalah alat untuk mengukur tekanan udara, bagaimana caranya untuk mengukur ketinggian? Cerita berikut tentang salah satu pertanyaan dalam ujian Fisika di Universitas Copenhagen: "Jelaskan bagaimana menetapkan tinggi suatu bangunan pencakar langit dengan menggunakan sebuah barometer."

Salah seorang mahasiswa menjawab: "Ikatlah leher barometer itu dengan seutas tali panjang, lalu turunkan barometer dari pucuk gedung pencakar langit sampai menyentuh tanah. Panjang tali ditambah panjang barometer akan sama dengan tinggi pencakar langit."

Jawaban yang luar biasa "orisinil" ini membuat pemeriksa ujian begitu geram. Akibatnya si mahasiswa langsung tidak diluluskan. Si mahasiswa naik banding.

Menurutnya, kebenaran atas jawaban itu tidak bisa disangkal. Kemudian universitas menunjuk seorang arbiter yang independen untuk memutuskan kasus itu. Arbiter menyatakan bahwa jawaban itu memang benar, hanya saja tidak memperlihatkan secuil pun pengetahuan mengenai ilmu fisika. Untuk mengatasi permasalahan itu, disepakati untuk memanggil si mahasiswa, dan memberinya waktu enam menit untuk memberikan jawaban verbal yang menunjukkan paling sedikit latar belakang pengetahuannya mengenai prinsip-prinsip dasar ilmu fisika.

Selama lima menit, si mahasiswa duduk tepekur, dahinya berkerut. Arbiter mengingatkan bahwa waktu sudah hampir habis. Mahasiswa itu menjawab bahwa ia sudah memiliki berbagai jawaban yang sangat relevan, tetapi tidak bisa memutuskan yang mana yang akan dipakai.

Saat diingatkan arbiter untuk bersegera memberikan jawaban, si mahasiswa menjelaskan sebagai berikut:

"Pertama-tama, ambillah barometer dan bawalah sampai ke atap pencakar langit. Lemparkan ke tanah, lalu ukurlah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tanah. Ketinggian bangunan bisa dihitung dari rumus H = 0.5g x t kwadrat. Tetapi khan sayang barometernya jadi pecah."

"Atau, bila matahari sedang bersinar, anda bisa mengukur tinggi barometer, tegakkan di atas tanah, dan ukurlah panjang bayangannya. Setelah itu, ukurlah panjang bayangan pencakar langit, sehingga hanya perlu perhitungan aritmatika proporsional secara sederhana untuk menetapkan ketinggian pencakar langitnya."

"Tapi kalau anda betul-betul ingin jawaban ilmiah, anda bisa mengikat seutas tali pendek pada barometer dan menggoyangkannya seperti pendulum. Mula-mula lakukan itu di permukaan tanah lalu di atas pencakar langit. Ketinggian pencakar langit bisa dihitung atas dasar perbedaan kekuatan gravitasi T = 2 pi akar dari (l/g)."

"Atau kalau pencakar langitnya memiliki tangga darurat di bagian luar, akan mudah sekali untuk menaiki tangga, lalu menggunakan panjangnya barometer sebagai satuan ukuran pada dinding bangunan, sehingga tinggi pencakar langit = penjumlahan seluruh satuan barometernya pada dinding pencakar langit."

"Bila anda hanya ingin membosankan dan bersikap ortodoks, tentunya anda akan menggunakan barometer untuk mengukur tekanan udara pada atap pencakar langit dan di permukaan tanah, lalu mengkonversikan perbedaannya dari milibar ke satuan panjang untuk memperoleh ketinggian bangunan."

"Tetapi karena kita senantiasa ditekankan agar menggunakan kebebasan berpikir dan menerapkan metoda-metoda ilmiah, tentunya cara paling tepat adalah mengetuk pintu pengelola gedung dan mengatakan: 'Bila anda menginginkan barometer baru yang cantik, saya akan memberikannya pada anda jika anda memberitahukan ketinggian pencakar langit ini."


Siapakah mahasiswa tersebut? Mahasiswa tersebut adalah Niels Bohr, satu-satunya warga Denmark yang memenangkan hadiah Nobel untuk Fisika.


Note:
How sometimes we just judge somebody by what she/he say, not by the real thought inside of her/him.
Seringkali kita menilai seseorang dari apa yang dikatakannya, bukan dari apa yang sesungguhnya dia pikirkan.


sumber: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081204212515AAQcJmh