7.03.2013

Renungan untuk Ikhwan-Akhwat Pengguna Facebook


Penyusun: Abu Muhammad Al-Ashri

Muraja’ah dan koreksi ulang: Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar

Akhi…

Bila kita sempatkan diri kita untuk membaca sejarah hidup para pendahulu kita yang shalih mulai dari masa shahabat hingga para ulama salaf, niscaya kita dapati akhlak, adab, dan ketegasan mereka yang menakjubkan. ‘Kan kita jumpai pula indahnya penjagaan diri mereka dari aib dan maksiat. Merekalah orang-orang yang paling bersegera menjauhi maksiat. Bahkan, sangat menjauh dari sarana dan sebab-sebab yang mendorong kepada perbuatan maksiat.

Bila kita membaca kehidupan anak-anak atau para remaja di masa salaf, niscaya kita dapati mereka adalah darah-darah muda yang tampak kecintaannya terhadap din, semangatnya dalam membela al-haq, dan sikap bencinya kepada perbuatan dosa. Maka, kita dapati mereka di usia muda, sudah memiliki hafalan Al-Qur’an, semangat yang besar untuk berjihad, dan kecerdasan yang menakjubkan.

Sebaliknya, sungguh sangat sedih hati ini. Tidakkah kita merasakan bahwa kaum muslimin saat ini terpuruk, terhina dan tidak berdaya di hadapan orang-orang kafir, padahal jumlah kita banyak? Lihatlah diri kita! Bandingkan diri kita dengan para pemuda di masa salaf! Akhi… saya, antum, kita semua pernah bermaksiat. Namun, sampai kapan kita bermaksiat kepada-Nya?

...

6.22.2013

TIPS MAKAN DI WARKAN BUAT PARA CADARERS


Tentunya kita yg bercadar juga pengen dong sesekali makan keluar, di warteg, warkan, atau resto.
Na... berikut beberapa tips buat antunna yg bercadar (atau yg mau mulai bercadar) kalo mau makan di luar.
1. Paling nyaman pakai cadar mesir, atau bisa juga bandana, atau cadar tali. Dg syarat cadarnya lebar ya.. spy pipi kanan kiri ketutup.
2. Lebih nyaman lagi pakai jilbab cadar rit yg ada purdahnya. Purdah 1 atau 2 ga masalah.
3. Untuk makan besar (nasi, atau lainnya, terutama yg berkuah), TIDAK dianjurkan pakai jilbab ritt safar TANPA purdah, karena susah nyuap nasi berkuah (nasi ga berkuah aja jg susah.. hehe..). Kalo makan cemilan masih bisa.
4. Pilih meja di pojok kanan, menghadap tembok. Jangan menghadap audience.. hehe..
5. Buat yg pake cadar mesir, bandana atau tali, cara makan :
buka sisi kanan cadar pake tangan kiri, terus tangan kanan nyuap makanan..
amaaann insya Alloh ..
6. Kalo terpaksanya menghadap audience, yg ini harus pake jilbab berpurdah.
Caranya :
- majukan selapis purdah ke depan muka
- buka retsleting cadar
- purdah di krukupkan (bhs indo nya apa ya.. dikrudungkan kali..) ke piring makan. Tangan kiri megang purdah dari dlm, melindungi spy purdah ga nyemplung ke nasi. Tangan kanan makaaaannn... nyam .. nyaaammm... nikmat deh .. serasa di warkan cuma ada kita sendiri, gada org lain .. hehehe..
SELAMAT MENCOBA .. SEMOGA BERHASIL (CADARNYA GA BAU MACEM2 MASAKAN..HEHE...) DAN MAKIN CINTA PAKAI CADAR

~copas~

6.10.2013

How sometimes we just judge somebody by what she say...

Barometer adalah alat untuk mengukur tekanan udara, bagaimana caranya untuk mengukur ketinggian? Cerita berikut tentang salah satu pertanyaan dalam ujian Fisika di Universitas Copenhagen: "Jelaskan bagaimana menetapkan tinggi suatu bangunan pencakar langit dengan menggunakan sebuah barometer."

Salah seorang mahasiswa menjawab: "Ikatlah leher barometer itu dengan seutas tali panjang, lalu turunkan barometer dari pucuk gedung pencakar langit sampai menyentuh tanah. Panjang tali ditambah panjang barometer akan sama dengan tinggi pencakar langit."

Jawaban yang luar biasa "orisinil" ini membuat pemeriksa ujian begitu geram. Akibatnya si mahasiswa langsung tidak diluluskan. Si mahasiswa naik banding.

Menurutnya, kebenaran atas jawaban itu tidak bisa disangkal. Kemudian universitas menunjuk seorang arbiter yang independen untuk memutuskan kasus itu. Arbiter menyatakan bahwa jawaban itu memang benar, hanya saja tidak memperlihatkan secuil pun pengetahuan mengenai ilmu fisika. Untuk mengatasi permasalahan itu, disepakati untuk memanggil si mahasiswa, dan memberinya waktu enam menit untuk memberikan jawaban verbal yang menunjukkan paling sedikit latar belakang pengetahuannya mengenai prinsip-prinsip dasar ilmu fisika.

Selama lima menit, si mahasiswa duduk tepekur, dahinya berkerut. Arbiter mengingatkan bahwa waktu sudah hampir habis. Mahasiswa itu menjawab bahwa ia sudah memiliki berbagai jawaban yang sangat relevan, tetapi tidak bisa memutuskan yang mana yang akan dipakai.

Saat diingatkan arbiter untuk bersegera memberikan jawaban, si mahasiswa menjelaskan sebagai berikut:

"Pertama-tama, ambillah barometer dan bawalah sampai ke atap pencakar langit. Lemparkan ke tanah, lalu ukurlah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tanah. Ketinggian bangunan bisa dihitung dari rumus H = 0.5g x t kwadrat. Tetapi khan sayang barometernya jadi pecah."

"Atau, bila matahari sedang bersinar, anda bisa mengukur tinggi barometer, tegakkan di atas tanah, dan ukurlah panjang bayangannya. Setelah itu, ukurlah panjang bayangan pencakar langit, sehingga hanya perlu perhitungan aritmatika proporsional secara sederhana untuk menetapkan ketinggian pencakar langitnya."

"Tapi kalau anda betul-betul ingin jawaban ilmiah, anda bisa mengikat seutas tali pendek pada barometer dan menggoyangkannya seperti pendulum. Mula-mula lakukan itu di permukaan tanah lalu di atas pencakar langit. Ketinggian pencakar langit bisa dihitung atas dasar perbedaan kekuatan gravitasi T = 2 pi akar dari (l/g)."

"Atau kalau pencakar langitnya memiliki tangga darurat di bagian luar, akan mudah sekali untuk menaiki tangga, lalu menggunakan panjangnya barometer sebagai satuan ukuran pada dinding bangunan, sehingga tinggi pencakar langit = penjumlahan seluruh satuan barometernya pada dinding pencakar langit."

"Bila anda hanya ingin membosankan dan bersikap ortodoks, tentunya anda akan menggunakan barometer untuk mengukur tekanan udara pada atap pencakar langit dan di permukaan tanah, lalu mengkonversikan perbedaannya dari milibar ke satuan panjang untuk memperoleh ketinggian bangunan."

"Tetapi karena kita senantiasa ditekankan agar menggunakan kebebasan berpikir dan menerapkan metoda-metoda ilmiah, tentunya cara paling tepat adalah mengetuk pintu pengelola gedung dan mengatakan: 'Bila anda menginginkan barometer baru yang cantik, saya akan memberikannya pada anda jika anda memberitahukan ketinggian pencakar langit ini."


Siapakah mahasiswa tersebut? Mahasiswa tersebut adalah Niels Bohr, satu-satunya warga Denmark yang memenangkan hadiah Nobel untuk Fisika.


Note:
How sometimes we just judge somebody by what she/he say, not by the real thought inside of her/him.
Seringkali kita menilai seseorang dari apa yang dikatakannya, bukan dari apa yang sesungguhnya dia pikirkan.


sumber: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081204212515AAQcJmh

5.27.2013

Barakallahu yaa ukhti… PART II


Finally…. (belum apa-apaa langsung final -_-, gpp deh biar cepet)
Lanjutan dari part I, eng ing eng.. si akhwat menikahlah ia kmarin dengan sang pangeran pujaannya ahad kemarin.
Seneng sih, tapi gak bisa hadir, walaupun undangannya ana minta kirim ke rumah (modus). Maksudnya eh maksudnya sih, biar si papah baca terus tersentuh deh hatinya untuk cepat-cepat mengizinkan anaknya nikah (ngareeep… ).
Penantian dan deg-degan mu sebulan ini sudah dilaksanakan. Wah wah,, jadi segan deh kalau udah jadi istri orang, padahal mau denger cerita-ceritanya pas hari H.
Anyone doesn’t know about mate, how to see whether, with whom, and how the process that. Who would know her can close with ta’aruf syar’i. masyaa allah
Pokoknya kalau allah udah berkehendak, terjadilah..

baarokallahu laka wa baaroka 'alaika wa jama'a baynakumaa filkhoiri

5.25.2013

9 Tips Belajar Agama Diwaktu Sibuk

1. Harus menyisihkan waktu secara khusus untuk menuntut ilmu. 
2. Jika tidak bisa konsentrasi dan fokus menimba ilmu agama, bukan berarti harus meninggalkan menimba ilmu secara keseluruhan nya.
3. Manfaatkan teknologi moderen yang ada.
4. Tanamkan tekad yang kuat dan niat yang ikhlas.
5. Sabar dan tabah dalam menuntut ilmu.
6. Memanfaatkan waktu luang untuk menuntut ilmu.
7. Minta bantuanlah dengan teman dan bekerja sama dengan nya didalam mendapatkan ilmu.
8. Ambillah ilmu setiap hari walauoun sedikit, walaupun hanya bisa memahami 1 ayat atau 1 hadits atau 1 permasalahan.
9. Buatlah rencana ilmiah /pelajaran dengan sistematis

lmam an Nawawi rahimahullah biasa nya membatu ayahnya ditokonya yang kecil. Namun hal itu tidak membuatnya lalai dari membaca dan menghafal al Quran dalam usia dini. Beliau sehari menghadiri 12 majelis ilmu. Bagaimana dengan kita?Tahukah anda siapa imam abu hanifah?Beliau rahimahullah adalah seorang ulama fiqih besar sekaligus pengusaha besar, usaha nya tidak menghalanginya untuk belajar agama. Beliau mempunyai gedung besar untuk memproduksi sutera, dan ia mempunyai karyawan dan tenaga produksi. Artinya beliau adalah direktur besar. Diringkas dan dksarikan dari buku Tips Belajar Agama Diwaktu sibuk, bagian pertama kitab Thalabul ilmi fi zamanil insyighalat, syaikh muhammad al munjjid

via page @Taman - Taman Para Penuntut Ilmu

5.23.2013

Seterjun Air Mata Untuk Para Pendamba


Di antara mereka yang menampilkan koleksi kitab-kitab tebalnya, berbahasa Arab dan bersaratkan ilmu syariah, kebanyakannya disebabkan dua:

[1] Rasa syukur, baik itu syukur telah dikaruniai oleh Allah kemampuan memahami bahasa Arab, atau syukur telah dikaruniai oleh Allah kitab-kitab.

[2] Memotivasi kawannya, baik kenal atau tidak, yang belum mampu memahami Arabic, untuk memulai belajar bahasa Arab. Minimal: mampu membaca dan memahami.

Anda akan iri sejadi-jadinya, atau bahkan galau separah-parahnya, ketika melihat teman di Facebook memajang kitab-kitab Arabic. Bahkan, bisa jadi Anda akan marah dan kecewa pada diri sendiri. Kegalauan ini layak ada. Dan semoga benar-benar menjadi pencetus untuk memulai belajar bahasa Arab. Maka berjalanlah selama ada kesempatan dan jangan diam sambil mendamba; karena ditakutkan iri berubah menjadi dengki, kecewa berubah menjadi takdir disalah-salahi. Jangan lagi bertanya, 'Mengapa dahulu aku tidak begini dan begitu?!' Namun, tanyakan sekarang, 'Apa aku masih saja begini sehingga tak bisa begitu?!'

Anda akan iri sesumat-sumatnya ketika mendapati teman dekat Anda, yang 2 tahun belakangan ini tekun belajar bahasa Arab, sudah mampu. Dan Anda? Masih berjalan di tempat atau bahkan kian mundur dan ciut minder karena kalah jauh dengan teman dekat.

Kami menginginkan Anda mampu memahami kitab-kitab, terutama kitab Allah yang agung nan mulia. Bukan berarti kami menginginkan Anda ciut diri, menggalau dan tersudutkan. Sungguh tidak! Justru, kami menginginkan apa yang kami miliki dari kelebihan juga Anda miliki.

Jika memang versi terjemahan sudah mencukupkan, maka baiklah. Segala adalah pilihan, dan tiapnya berkonsekuensi. Namun, saudaraku, jika ada sempatnya dan luang masanya belajar bahasa Arab, bersegeralah. Terutama sekali bagi yang belum menikah. Masih punya waktu dan kesempatan besar. Ketika sudah menikah dan berkeluarga nanti, semakin sempit kesempatan. Dan biarlah menyesal kini mengapa dahulu tak masuk pondok namun mulai berusaha membalik keadaan dari ketidakmampuan menjadi mampu, dibanding menyesal di masa nanti, kala segala keadaan hampir mustahil dibalikkan. 

5.19.2013

ilmu tidak bisa didapat dengan badan yang santai


Bismillah..
Alhamdulillah, nikmat tinggal di jogja, bias serap ilmu sebanyak-banyaknya. Kajian bertebaran dimana-mana, masyaa allah.. seneng-seneng-seneng..
Kajian sore tadi di masjid ulil albab uii,  bikin merinding. Walaupun sudah di ulang-ulang tapi tetep aja merinding, dan rasanya malu ketika masih juga belum bisa mengamalkan. Tema kajiannya tentang taubat oleh ustadz afifi abdul wadud. Masyaa allah lagi deh, ustadz afifi ini ustadznya para ustadz-ustadz. Muridnya udah kemana-mana, bahkan ada yang sudah sampai gelar s3 di MediU. Wah kesempatan emas dan rugi banget deh kalau di sia-siain. Bahkan akhwat sekitar ugm juga belum tentu kan bisa ikut ta’lim langsung oleh ustadz afifi. Jadwal beliau yg kebanyakan dikhususkan untuk ikhwan.
Ada hikmah juga ana bertahan di uii (padahal sempet iri pengen pindah k wisma sekitar ugm, tapi eh tapi mending bertahan di disini brsama mahrom ß baca tinggal bareng my big bro).
Suatu saat nanti, ana mau ngerangkum semua kajian yang pernah diikuti, tapi…. Sampai sekarang belum juga terlaksana sih , hehehe
Oia ada yang spesial dari kajian sore ini. Kedatangan akhwat dari UGM, whuaah sebenernya biasa aja mungkin yah, tapi karna satu almamater jadi terharu deh. Sekitar UGM memang pusatnya atau basecamp kajian sunnah, mahasiswa yang paling aktif gembor dakwahnya dari kajian, website, donasi, dsb mayoritas mahasiwa/i ugm. Jadi wajar kalau mau ngaji merujuk ke UGM.
Allright, lanjut yang tadi… jadi ceritanya ana terharu dengan kedatangan akhwat ugm ini. Karna eh karna, biasanya yang datang kajian ustadz afifi, sepi akhwat biasanya 3-5 orang, apalagi tadi hujan udah sedih rasanya ketika yang bertahan cuma 2 akhwat termasuk ana. Padahal, akhwat uii kan banyak,,, helooooo pada kemana sih?????. Makanya ana terharu, karna beliau ini tamu spesial yang udah bela-belain dari ugm datang ke uii ketika akhwat uii sedang asik dengan kegiatannya. Dia tertarik dengan kajian ustadz afifi, iyaah apalagi ustadz yang sudah tidak diragukan lagi deeeeeh…. Sampai rela bela-belain 10km dari ugm ke uii untuk satu tujuan, dateng ke kajian yang di adain MILAH. Masyaa allah, kalau ana yang dateng ke UGM sih biasa 10km bolak-balik setiap hari, kadang kalau enggak ada perlu malas juga dateng ke kajian di sekitar ugm, jauhlah, cape, panas, duuuh sekarang jadi malu, akhwat tersebut aja rela ke uii cuma tujuan ngaji..
Pelajaran yang bisa ana ambil, bersikap tawadhu, dan semangat dalam menuntut ilmu, karna ilmu tidak bisa didapat dengan badan yang santai ~ibnu katsir.

*oia akhwatnya mhsiswi kedokteran loh, cmiwww jadi makin terharu..
afwan bukannya enggak mau sebut nama, tapi karna terlalu terharu ana lupa nanya nama anti X_X