1.09.2015

HAKIKAT DOSA DAN KEBAIKAN (BAGIAN 2)


Halaqoh 05
---------
Oleh Ustadz Firanda Andirja, MA

Assalaamu 'alaykum warahmatullah wabarakaatuh.
Kita masuk pada halaqoh yang ke-5, masih bersama hadits Dari sahabat Nawaas bin Sam'an رضي اللّه عنه dia berkata : Aku bertanya kepada Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم tentang kebajikan dan tentang dosa. Kebajikan adalah akhlaq yang mulia. Dan dosa adalah apa yang membuat hatimu gelisah dan engkau tidak suka kalau orang-orang melihat apa yang engkau lakukan tersebut. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya.

وَ عَنِ النَّوَّاسِ ابْنِ سَمْعَانَ رضي اللّه عنه قَالَ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللّهِ صلّى اللّه عليه وسلّم عَنِ الْبِرِّ وَ اْلأِثْمِ فَقَالَ اَلْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَ اْلأِثْمُ مَا حَاكَ فِى صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

Telah kita bahas pada pertemuan sebelumnya tentang makna albirru husnul khuluuq (kebajikan adalah akhlaq yang mulia).

Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas potongan hadits yang ke-2 yaitu tentang dosa.

Dosa adalah apa yang menggelisahkan engkau dihatimu. Dan engkau tidak suka jika orang-orang melihat kau melakukannya.

Hadits ini menjelaskan tentang barometer untuk mengenal dosa. Tentunya dosa-dosa adalah melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah سبحانه وتعالى.

Untuk mengenal dosa, kita bisa melihat dengan mempelajari AlQuran dan sunnah-sunnah Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم, apa yang dilarang oleh Allah dalam AlQur'an maka itu adalah dosa. Apa yang dilarang oleh Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم
 dalam hadits-haditsnya maka itu adalah dosa.

Namun terkadang ada perkara yang kita lakukan yang kita tidak sempat untuk melihat dalilnya, tidak sempat untuk mengecek dalilnya atau kita tidak tahu dalilnya. Tetapi tatkala kita hendak melakukannya muncul kegelisahan dalam dada kita, muncul tidak ketenangan dalam hati kita tatkala kita hendak melakukannya,  ingatlah ini merupakan ciri dosa.

Karena dalam hadits ini Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم telah menyebutkan barometer dan indikator untuk mengenal dosa, beliau menyebutkan 2 ciri, yaitu :
1⃣ Yaitu menjadikan dadamu gelisah.
2⃣ Engkau tidak suka untuk dilihat oleh oranglain.

Kalau anda melakukan suatu perkara kemudian anda merasa tenang, hati tidak merasa gelisah, kalau oranglain tahu pun tidak jadi mengapa maka ini bukan dosa.

Tapi tatkala anda melakukan sesuatu tetapi kemudian ternyata hati anda gelisah atau tidak tenang kemudian yang ke-2 tidak ingin oranglain tahu, tidak ingin tetangga tahu, tidak ingin sahabat tahu, tidak ingin istri tahu, tidak ingin ustadz kita tahu maka ini merupakan ciri dosa maka berhati-hatilah. Dan sebaiknya kita meninggalkan perkara yang menimbulkan ketidaktenangan tersebut.

Namun ingat kata para ulama, hadits ini (sabda Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم ini) berkaitan dengan orang yang hatinya masih sesuai fitrah, bukan orang-orang yang melakukan kemaksiatan yang fitrahnya sudah rusak, yang membanggakan kemaksiatan-kemaksiatan yang mereka lakukan, tidak punya malu, ini tentu tidak berlaku bagi mereka, hadits ini.

Seperti orang-orang yang memamerkan aurat mereka, orang-orang yang minum khamr dihadapan banyak orang, orang-orang yang bangga dengan kejahatan-kejahatan yang mereka laukan, maksiat-maksiat yang mereka lakukan, orang-orang yang terkadang menshooting diri mereka tatkala mereka sedang bermaksiat, sedang berzina lalu mereka sebarkan di dunia-dunia maya. Ini semua tidak berlaku bagi mereka disini karena fitrah mereka telah rusak, adapun hadits ini berlaku untuk orang yang masih punya rasa malu, yang fitrahnya masih baik, maka untuk mengenal dosa atau tidak, maka dia memiliki 2 ciri, 2 indikator:
1⃣ Hatinya tidak tenang
2⃣ Dia tidak suka kalau ada orang yang melihatnya

Oleh karenanya ikhwan akhwat sekalian yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى terkadang seorang ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa dosa itu pasti mendatangkan kegelisahan.

Sebagaimana penjelasan Ibnul Qoyyim رحمه اللّه تعالى: Barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah سبحانه وتعالى pasti dia gelisah, pasti dia tidak tenang. Sebagaimana orang yang mengingat Allah :

ِ ۗأَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Ketahuilah dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenang. (ArRa'du:28)

Maka kebalikannya, kalau lupa kepada Allah, maksiat kepada Allah maka pasti mendatangkan kegelisahan, pasti mendatangkan gundah gulana, hatinya tidak tenang, hatinya tidak tentram sampai dia bertaubat kepada Allah سبحانه وتعالى.

Semoga Allah سبحانه وتعالى menjauhkan kita dari segala dosa dan semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang tawaabiin, yaitu jika kita berdosa segera kita bertaubat kepada Allah سبحانه وتعالى.

Demikianlah, wabillaahit taufiq wal hidayah

Sampai bertemu pada halaqoh berikutnya.

Assalaamu'alaykum 'alaykum warahmatullah wabarakaatuh.

Dari Firanda, rekamannya di Mekkah.

___________
✏catatan anggota BiAS

1.08.2015

BAHAYA KESYIRIKAN


Halaqoh 3
--------
Oleh Ustadz Abdulloh Roy, LC.

Akhil karim, tauhid adalah amalan yang paling Allah سبحانه وتعالى cintai, sebaliknya syirik yaitu menyekutukan Allah di dalam peribadatan adalah amalan yang sangat Allah murkai.

Allah memang Maha Pengampun akan tetapi bila seseorang meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik besar kepada Allah سبحانه وتعالى maka Allah tidak akan mengampuni dosa syirik tersebut. Orang tersebut akan kekal di neraka selama-lamanya dan tidak ada harapan baginya untuk masuk ke surga Allah سبحانه وتعالى . Sungguh ini adalah sebuah kerugian yang tidak ada kerugian lebih besar daripada kerugian ini.

Allah سبحانه وتعالى berfirman :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺃَﻥْ ﻳُﺸْﺮَﻙَ ﺑِﻪِ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻣَﺎ ﺩُﻭﻥَ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ۚ

’’Sesungguhnya Allah TIDAK akan mengampuni dosa syirik  dan masih mengampuni dosa yang lain bagi siapa yang dikehendakinya". (An Nisa 48)                                      
...ْ ﺇِﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻣَﺄْﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ﻭَﻣَﺎ ﻟِﻠﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﺼَﺎﺭٍ

‘’Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah maka Allah mengharamkan baginya surga  dan tempat  kembalinya adalah neraka dan tidak ada penolong bagi orang–orang yang  zhalim". (Al Maidah 72)

Oleh karena itu, hati-hatilah saudaraku dengan dosa yang satu ini, terkadang seseorang terjerumus ke dalam dosa ini sedangkan dia tidak menyadarinya.

Bentengilah dirimu dengan perisai ilmu yaitu ilmu agama, belajarlah dan berdoalah kepada Allah dengan sejujurnya, semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi  kita dan juga keluarga kita dari perbuatan syirik.

________
✏catatan anggota BiAS

1.07.2015

HUKUM TIDUR DI SORE HARI SETELAH SHALAT ASAR


🌻 SILSILAH SEPUTAR HUKUM TIDUR SESUAI DENGAN SUNNAH NABAWIYAH:

🌹PERTEMUAN KEDUA🌹

☀ Setelah kita bahas hukum tidur setelah shalat shubuh dan telah kita sebutkan hukumnya, bahwa para Salaf tidak menyukai hal tersebut, karena pagi hari setelah shalat fajar adalah waktu yang penuh barakah, dibagikannya rizqi, waktu untuk berdzikir, waktu yang tepat untuk menambah hafalan al-Quran dan hafalan hadits dan amalan kebaikan yang lainnya. Akan tetapi jika benar-benar dia mengantuk dan butuh istirahat setelah shalat shubuh maka tidaklah mengapa, karena sepantasnya seseorang memperhatikan kebutuhan dirinya, sebab badan ini punya hak untuk beristirahat, namun jangan sampai istirahatnya menyebabkan dia meninggalkan kewajiban yang harus dia kerjakan.



⛅ Pada kesempatan kali ini, kita akan memberikan faedah tentang hukum tidur di sore hari selepas shalat asar. Karena pernah suatu hari hari saya tidur-tiduran di suatu masjid, kemudian tiba-tiba ada yang datang menghampiri saya dan mengatakan, ‘wahai saudaraku, tidak boleh kamu tidur di sore hari, nanti kalau kamu tidur di waktu seperti ini maka kamu jadi gila!’. Wah wah ngeri juga ya, akibat dari tidur di waktu sore hari.



💤 Apakah benar apa yang disampaikan bapak tadi, bahwa barangsiapa yang tidur di sore hari, maka ketika bangun tidur dia menjadi gila atau kehilangan akalnya?



💤 Apa pedoman mereka yang melarang tidur di sore hari?


AGAR PERSAHABATAN TIDAK MENJADI PERMUSUHAN


📝 Artikel Islam
Ahad, 21 Shafar 1436 H
------------------
     14 Desember 2014

☝Sesungguhnya bukanlah perkara yang gampang untuk membuat relasi persahabatan karena Allah dengan seseorang. Relasi tersebut bukanlah barang yang bisa dibeli…akan tetapi itu adalah anugerah dari Allah dengan sebab usaha pendekatan karena iman.

💐 Karenanya hendaknya kita berusaha untuk menjaga jalinan persahabatan. Yang perlu diingat adalah janganlah kita menganggap sahabat kita adalah malaikat yang tidak pernah bersalah, sehingga setiap kali ia bersalah lantas kita mencelanya. Sikap seperti ini adalah bentuk perenggangan bahkan bisa jadi pemutusan persahabatan, serta bentuk "kurang penghargaan" terhadap karunia relasi persahabatan tersebut yang merupakan anugerah Allah.

📢 Basyaar bin Burod berkata :

إِذَا كُنْتَ فِي كُلِّ الْأُمُوْرِ مُعَاتِبًا .....  صَدِيْقَكَ لَمْ تَلْقَ الَّذِي لاَ تُعَاتِبُهُ

Jika Engkau pada setiap perkara selalu mencela sahabatmu…

Maka engkau tidak menemukan sahabat yang tidak kau cela


فَعِشْ وَاحِدًا أَوْ صِلْ أَخَاكَ فَإِنَّهُ ...... مُقَارِفُ ذَنْبٍ مَرَّةً وَمُجَانِبُهُ

Jika demikian maka hiduplah engkau sendirian…

Atau jalinlah persahabatan dengan saudaramu karena sesungguhnya ia terkadang melakukan kesalahan dan terkadang menjauhi kesalahan

(Lihat Taariikh Baghdaad 7/610, tahqiq Basyaar 'Awwaad)

📢 Ia juga berkata :

وَمَنْ ذَا الَّذِي تُرْضِي سَجَايَاهُ كُلُّهَا ...... كَفَى بِالْمَرْءِ نُبْلاَ أَنْ تُعَدَّ مَعَايِبُهُ

Dan siapakah yang seluruh perangainya menyenangkan (orang lain)….??

Cukuplah seseorang dikatakan mulia jika aibnya masih terhitung

📢 Yang lain berkata :

تُرِيْدُ صَاحِبًا لاَ عَيْبَ فِيْهِ ..... فَهَلِ الْعُوْدُ يَفُوْحُ بِلاَ دُخَانِ؟

Engkau ingin memiliki seorang sahabat yang tidak ada kesalahannya sama sekali??

❓Maka apakah kayu gaharu bisa mengeluarkan harum wanginya tanpa ada asapnya??

💡Hendaknya kita bersabar dengan kesalahan sahabat kita dengan tetap berusaha menasehatinya….

💞 Akhirnya….selamat menjalin persahabatan karena Allah, semoga Allah mencintaimu karena persahabatanmu tersebut.

Abu Abdil Muhsin Firanda
www.firanda.com

__________
🌴Grup WA Bimbingan Islam🌴

1.05.2015

Tawa Dunia maya

Teknologi semakin maju..
Beragam pula tingkah laku pengguna, termasuk dalam tawa di dunia maya.
Terkadang hahaha.. Bisa juga hehehe...
Ada pula layaknya meringis menjadi hihihi atau pun xixixi..
Yang lebih seru berganti wkwkwk...
Tawa boleh saja, namun perhatikan adab yang ada.

A. Tanpa Dusta
Nabi shallallahu 'alahi wasallam pun bercanda,
إِنِّي لأَمْزَحُ وَلاَ أَقُوْلُ إِلاَّ حَقًا
"Sesungguhnya aku juga bercanda, tetapi tidaklah aku mengatakan melainkan yang benar..."
(HR ath-Thabrani, Shahihul Jami’: 2494)

B. Secukupnya Saja.
Nabi shallallahu 'alahi wasallam bersabda,

لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

"Janganlah kalian memperbanyak tawa. Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati..."
(Shahih, HR Ibnu Majah: 4193; Silsilah ash-Shahihah: 506)
Canda itu seperti garam bagi sayuran.
Tiadanya menjadi hambar, berlebihnya membuat tak lagi nikmat.

C. Senyum Saja.
Ibunda kaum Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bertutur,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّه صلىاللّه عليه وسلم مُستَجْمِعًا قَطُّ ضَا حِكًا حَتَّى تُرَى مِنْهُ لَهَوَاتُهُ إِنَمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ

"Belum pernah aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga terlihat lidahnya. Biasanya beliau hanya tersenyum.."
(HR Al-Bukhari: 6092, Muslim: 1497)

Waspadai tawa dunia maya..
Jangan sampai menjatuhkan wibawa.
Apalagi menjadi fitnah.
Bila mampu, maka cukup senyum saja..

@sahabatilmu

12.19.2014

perumpamaan yang bagus


Ada seseorang datang kepada seorang syeikh, dan dia mengatakan:

"Ya syeikh, si fulan telah mencelamu di salah satu majelisnya!"

Syeikh menjawab:

"Jika orang itu telah melemparkan panah kepadaku lalu dia tidak mengenaiku, mengapa kamu membawa panah itu dan menancapkannya di hatiku?!

---------

Tidak semua fakta boleh disampaikan kepada orang lain... Tidak semua yg kita dengar dan ketahui boleh kita sebarkan, karena ada timbangan maslahat dan mafsadah yg ditimbulkan.

Rosulullah -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

"Jangan kamu sampaikan kabar gembira ini kepada manusia, karena mereka akan bersandar kepadanya". [HR. Bukhori Muslim].

Jika hadits ini tentang berita kebaikan, begitu pula tentang fakta yg menjadikan masyarakat ketakutan, atau benci penguasa, atau menurunkan kepercayaan diri, atau efek buruk lainnya, wallohu a'lam.

 ✏ Ditulis oleh Ustadz Musyafa Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى

 🌱🌻💐🌹🌷🌹💐🌻🌱

Siapkah kita menghadapi perjalanan panjang?


Ust. Syafiq Basalamah, حفظه الله

Akhi ukhti…
Apakah kau masih mendengarkan detak jantungmu?

Apakah denyut nadimu masih terasa?

Sejatinyanya detak jantung dan denyut nadi menuliskan sebuah pesan singkat untuk semua insan

“Sesungguhnya kehidupan itu tidak lain hanyalah hitungan menit dan detik”

Akan datang suatu detik yang detak jantungmu berhenti…

Dirimu diam seribu bahasa, bungkam tak dapat berbicara

Keluargamu sibuk bersegera membawamu dengan ambulan
Kemudian didorong ke ruang IGD
Perawat memasang infus, selang oksigen dan EKG, alat rekam jantung

Semua mata memandang ke monitor EKG yang menunjukan garis datar, pertanda jantungmu telah berhenti berdetak
Dokter berkata, “Siapkan defibrilator (alat kejut jantung)”

Gel bening dioleskan ke dadamu.

Lalu dokter memberi aba-aba “200 joule, all clear??”

Kaupun dikejutkan…
“360 joule, all clear??”

Kau dikejutkan untuk kedua kalinya

Namun ternyata Monitor EKG masih menunjukan garis datar
Sebagai pertanda jantungmu
sudah berhenti berdetak…

Masa kontrakmu di dunia ini sudah selesai

Harta benda yang kau miliki tidak sempat kau bawa

Semuanya ditinggal

Tangisan perpisahan memecahkan keheningan

Jeritan kesedihan mewarnai ruangan itu

Selamat tinggal

MAKA SEBELUM TERLAMBAT

sebelum jantungmu berhenti berdetak bersegeralah untuk mempersiapkan diri

Belilah tas yang sebesar mungkin
Masukkan barang-barang kebutuhanmu

Air, makanan, selimut, cahaya dan semuanya

SIAPKAN KENDARAAN YANG TANGGUH

Ingat bahwa perjalananmu panjang, 1 hari sama dengan 1000 tahun

Jalannya gelap dan sempit…
bawalah lampu yang terang dan banyak

Jangan tinggalkan apapun yang bisa kau bawa untuk perjalananmu.

CATAT SEMUA YANG AKAN KAU BAWA

Dan jangan menunda-nunda, karena jantungmu akan berhenti berdetak secara otomatis
DAN KAU TIDAK TAHU, KAPAN ITU TERJADi

– – – – – •(*)•- – – – – (125)