Kedai
susu yang lokasinya di Jl. Kaliurang ini sekarang sudah menjelma menjadi kedai
susu modern dengan tampilan arsitektur dengan etnik peternakan. Beda banget
sama kedai yang di Jl.Damai-kaliurang, yang tempatnya gak ada jendela (café
terbuka pada umumnya lah, hehe). Ini membuktikan kedai susu ini sukses besar
nih, bisa dilihat tempat barunya dan berlokasi diperkotaan (pasti mahal sewa
tanah didaerah dekat kampus UGM).
1.14.2013
12.26.2012
Icip-icip dari Mekah.
labaik allahuma labaik..
wah senandung indah yang dikumandangkan jamaah
haji jikalau ingin berangkat ke tanah harom disana.. seneng rasanya melihat
jamaah haji pulang dengan haru disambut keluarga, dan insyaAllah mabrur yah..
dua kakak beradik yang duduk di depan mobil
terheran-heran dengan sesaknya orang-orang yang menjemput. Mereka yang
terheran-heran adalah saya dan kakak saya, hehe karena cuma kami berdua yang
jemput orang tua kami. Rasanya seperti gak punya keluarga laen aja. Tapi eh
tapi ngapain juga ngejemput semuanya, toh nanti juga ketemu yah di rumah.
Iya nanti pada akhirnya juga ketemu dirumah,
mendengar kisah pengalaman saat berada ditanah haram. Aah kenikmatan yang indah
sangat deh bisa berada disana, ditanah yang pernah rasulullah dan para nabi
laen berdiri.. iya ditanah yang sama disana, di mekah didepan ka’bah..
Hal utama yang dinanti selain kisah pengalaman
disana, yaitu oleh-oleh. Setidaknya ngicip oleh-oleh dari sana dulu sebelum
berangkat. Oleh-oleh dari yang pulang haji biasanya kan air zam-zam, kurma,
kacang arab, standarnya begitu. Tapi dalam blog saya ini mau bahas oleh-oleh
unik yang papah saya dapat, diantaranya adalah…
12.24.2012
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN AIR BERSIH PADA PENAMPUNGAN AIR HUJAN (PAH) DI KAWASAN KARST KABUPATEN GUNUNGKIDUL
RINGKASAN
Air menjadi kebutuhan langka di kawasan karst di Kabupaten
Gunungkidul DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Kesulitan mendapatkan air bersih
sepanjang tahun karena wilayahnya memiliki jenis tanah karst yang sulit
menampung ketersediaan air di dalam tanah, sehingga sistem hidrologinya
didominasi oleh drainase bawah permukaan dan air tanah yang sangat dalam
sulit diketahui keberadaannya membuat pembangunan perpipaan menuju ke dalam
tanah memerlukan dana besar dan teknologi canggih. Hal tersebut menjadikan
telaga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air, namun telaga belum bisa memenuhi
kebutuhan konsumsi air yang diperlukan. Semakin pendeknya usia telaga karena
rehabilitasi telaga yang salah disebabkan adanya pengerukan telaga yang pada
awalnya bermaksud untuk menambah daya tampung telaga tetapi justru membuat
telaga bocor dan tidak dapat menampung air. Sebagai alternatif dari telaga
penduduk membangun PAH, tetapi kapasitasnya tidak sesuai sehingga saat musim
kemarau masih kekurangan ketersediaan air.
Gagasan dalam terpenuhinya kapasitas PAH yang diperlukan yaitu
dengan memperhitungkan luas tangkapan yang dibutuhkan agar selama musim kemarau
penduduk tidak kekurangan sumber air bersih. Pemanfaatan PAH dilihat dari
potensi air hujan yang ada dapat menyimpan ketersediaan air selama musim
kemarau jika dimanfaatkan secara benar dan diperhitungkan dalam pembuatannya.
Potensi pemanfaatan air hujan Gunungkidul dilihat dari data curah hujan tahunan
di Kecamatan Tanjungsari selama 20 tahun (Tabel dalam lampiran 2). Hal tersebut
harus didukung juga dengan kualitas air yang akan digunakan. Air hujan yang
masuk ke PAH masih mengandung partikel-partikel yang terbawa dari udara.
Sehingga, diperlukan suatu teknologi tepat guna untuk memenuhi kebutuhan air
bersih yang dihasilkan dari air hujan yaitu dengan menggunakan jaring atau
saringan yang diletakan tepat sebelum air hujan masuk ke PAH. Penerapan teknologi
tersebut untuk pemenuhan kebutuhan air yang digunakan untuk menyiram tanaman,
membilas kamar kecil dan membersihkan rumah.
Masukkan
untuk ide penulisan ini berasal…
PEMANFAATAN GETAH KAKTUS (Opuntia ficus-indica) SEBAGAI KOAGULAN ALAMI DALAM PENGOLAHAN AIR BERSIH
Abstrak
Kebutuhan air
bersih semakin meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat saat
ini. Pengolahan air bersih menjadis salah satu hal yang dibuthkan dalam
menunjang ketersediaan adanya air bersih. Salah satu proses pengolahan air
bersih yang melibatkan bahan tambahan berupa koagulan. Penggunaan koagulan
selama ini yang ada di masyarakat dengan bahan kimia seperti alum (Al2(SO4)3),
Besi Chlorida (FeCl3) dan sebagainya akan berdampak buruk jika
terakumulasi dalam tubuh secara terus menerus. Oleh karena itu, koagulan jenis
alami seperti getah kaktus (opuntia ficus-indica) menjadi pertimbangan khusus
sebagai jenis koagulan yang bidegradable dan ramah lingkungan. Penelitian
dengan getah kaktus sebagai koagulan telah diteliti oleh tim dari University of
South Florida (2011). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa getah kaktus selain
sebagai koagulan alami dapat juga berupa buffer pH sehingga memiliki keunggulan
dari koagulan jenis kimia yang bersifat asam. Pengembangan penelitian masih
dikembangan untuk mengetahui keefektifan dalam menurunkan polutan dalam air
limbah industri.
PENGARUH KARAKTERISTIK SAMPAH TERHADAP PRODUKSI GAS METAN (CH4) DAN KARBON DIOKSIDA (CO2) DALAM PROSES ANAEROBIK SAMPAH PERKOTAAN
Influence of Waste Characteristics to Production
Methane Gases (CH4) and Carbon Dioxide (CO2) of Anaerobic
Process in municipal solid Waste
ABSTRACT
The dominant gas from waste are Methane (CH4)
and Carbon Dioxide (CO2). Methane gas (CH4) could explode
in certain condition, Methane (CH4) could explode when the condition
of the gases in air concentrate in 5% to 15%,
furthermore the Carbon Dioxide
(CO2) could lead to increased the mineral on ground water and
composed the carbon acid. The objective of this research is to know the methane
gases concentration and carbon dioxide, with the varying percentage comparison
of organic and inorganic waste. In this field project, researchers also wanted
to know the optimum composition level of comparison that occurred at TPA
Piyungan Bantul Yogyakarta. The sample used in this field project has taken
from TPA piyungan from several places in
random, in order to obtain one month solid waste. The observation made twice by
using chromatography methode (CG). optimum value comparison obtained in the day
of 59th, the comparison of 79.7% for organic and 20.3% for inorganic
at produce Methane (CH4) by 15.52%, while in the observation in the
day of 26th, the comparison of 89.8% for organic and 10.2% for
inorganic, produce Carbon Dioxide (CO2) by 26.3%. The reactor that
doesn't contain Methane (CH4) gases could caused by the pH value
that unsuitable condition to produce it.
Moreover, C/N ratio is not control.
Key words: Solid waste characteristics, Methane, Carbon Dioxide, Anaerobic batch.
ABSTRAK
Gas yang dominan diproduksi dari timbulan sampah adalah Metan (CH4)
dan Karbon dioksida (CO2). Gas Metan (CH4) merupakan gas
yang eksplosif jika terkonsentrasi 5% hingga 15% di udara, Sedangkan Karbon
Dioksida (CO2) dapat menyebabkan peningkatan mineral pada air tanah
serta pembentukan asam karbonik. Proses landfill TPA Piyungan ditiru
menggunakan reaktor anaerobik batch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
konsentrasi gas Metan (CH4) dan Karbon dioksida (CO2)
dengan perbandingan persentase sampah organik dan anorganik yang bervariasi dan
tingkat optimum yang terjadi pada sampah TPA Piyungan.Penelitian ini
menggunakan sampel yang berasal dari sampah di TPA Piyungan dengan pengambilan
secara random, diberbagai titik pengambilan agar diperoleh sampah yang berusia
sekitar satu bulan. Pengamatan ini dilakukan dua kali dengan menggunakan metode
gas chromatography (GC). Nilai optimum yang diperoleh saat pengujian hari ke-59
perbandingan organik 79.7% dan anorganik 20.3% menghasilkan gas Metan (CH4)
sebesar 15.52% dan pengujian hari ke-26 perbandingan organik 89.8% dan
anorganik 10.2% menghasilkan gas Karbon Dioksida (CO2) sebesar
26.3%. Terdapat reaktor yang tidak terkandung gas
Metan (CH4) dapat disebabkan dengan nilai pH yang tidak
sesuai untuk memproduksi Metan (CH4). Selain itu, rasio C/N tidak
terkendali.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGHEMATAN AIR TANAH MENGGUNAKAN TANKI AIR HUJAN
PENDAHULUAN
Air merupakan sumber daya yang mutlak
diperlukan dalam kehidupan manusia. Jumlah air yang ada di bumi adalah 97.5%
berupa air asin dan 2.5% air tawar. Jumlah air tawar sebesar 2.5% jika dibagi
lagi adalah 69% masih berupa es dikutub dan salju, 30% berupa ari tanah, 0.7%
berupa air hujan dan 0.3% merupakan air sungai (Kodoatie dan Sjarief, 2005).
Jumlah tersebut sangat sedikit jika dipergunakan secara terus menerus, ditambah
jumlah populasi yang terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun
2025 akan terjadi krisis air di beberapa negara. Salah satu penyebab krisis air
yang terjadi yaitu pemakaian air yang tidak efisien (Abidin, 2006).
Krisis air yang terjadi membuat ketersediaan
air tanah semakin menipis karena selama ini masyarakat hanya bergantung dari
ketersediaan air tanah. Untuk itu, diperlukan suatu alternatif menghemat
ketersediaan air tanah untuk mencegah…
KAJIAN PENERAPAN EKOLOGI INDUSTRI BAJA
Abstrak
Konsumsi
kebutuhan yang meningkat berbanding lurus dengan kebutuhan energi pada proses
pembuatan suatu produk. Kelangkaan bahan baku saat ini dapat diatasi dengan
suatu sistem ekologi kawasan industri untuk mendukung keberlanjutan produk.
Industri baja merupakan salah satu industri yang digunakan untuk pembangunan
berkelanjutan. Batasan penulisan ini yaitu mengkaji tentang ekologi industri
baja hulu yang menghasilkan slab dan billet. Proses produksinya dengan
menggunakan proses reduksi langsung, kemudian dilanjutkan dengan tahap Electric Arc Furnace (EAC), Proses pemurnian dan
penambahan unsur dalam Ladle Furnace (LF), dan Proses pengecoran pada
Continuous Casting Macine (CCM). Tahapan proses tersebut memiliki produk
samping yang dapat digunakan kembali (onsite recycle) dan sebagai bahan baku
oleh industri lain. Hasil produk samping tersebut merupakan bentuk penghematan
terhadap sumber daya alam berupa bahan baku. Selain penghematan
sumber bahan baku, industri baja juga dapat menghemat sumber daya energi yang
dioptimalkan sehingga akan tercipta pembangunan dan hasil produksi yang
berkelanjutan.
Langganan:
Postingan (Atom)