oleh: Dr Muhammad Arifin Badri hafidzahullaah,
1. Bahwasanya pernikahan tidak hanya perkara kata-kata cinta, kesetiaan, atau kerinduan.. Tapi lebih dari itu, ia butuh tanggungjawab.
2. Jadilah perhiasan terindah bagi suami dan istrimu. Keduanya musti saling menghias diri di rumah.
3. Bercerminlah! Kedua pasangan musti saling introspeksi diri jika menemui hal-hal yang kurang 'layak' dengan pendampingnya.
Misal jika istri masak kurang sedap, bisa jadi suami belum menafkahi dengan baik
4. Tak ada gading yang tak retak. Ustadz hafidzahullaah mengibaratkan: 100 ekor unta ternyata belum tentu bisa jadi tunggangan (he saya baru tahu!)
5. Ayo diamalkan... (he ini tambahan saya sendiri)
Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan yang hendak menikah -)
Baarakallaahu fiikum.
Via mutiara sunnah
5.11.2013
Kuliah, Kerja dan Nikah, Kenapa Takut?
Mungkin banyak diantara mahasiswa saat ini bila mendengar kata “nikah”, langsung terbayang bahwa menikah diusia muda itu akan mendatangkan segudang masalah. Hal ini bisa dibuktikan dengan menyodorkan pertanyaan “Apakah anda sudah siap menikah diusia anda sekarang?”. Jawabannya tentu akan bervariasi, yang intinya sebagian besar dari mereka tidak berani mengambil resiko menikah diusia muda. Walaupun ada sebagian saja di antara mereka yang dengan mantapnya menjawab “insyaalloh saya siap”.
Memang tidak dipungkiri menyelesaikan tugas-tugas kuliah, mengikuti ujian, dan melakukan penelitian merupakan rutinitas mahasiswa pada umumnya. Namun realitanya dilapangan tersebut sebenarnya bukanlah suatu hal yang sangat menyita waktu mereka. Karena bila ditelaah kembali, banyak sekali waktu-waktu luang di luar jam kuliah dipergunakan untuk melakukan aktifitas yang tidak produktif dan bahkan mengarah kepada perbuatan dosana’udzubillah. Entah itu waktu mereka dihabiskan untuk browsing internet, nonton film, jalan-jalan ke mall, shoping, main game, tidur, dan yang paling parah yaitu pacaran.
Memang “pacaran” kalau tidak mau dikatakan sebagai budaya buruk bangsa pada zaman sekarang, maka “pacaran” pantas untuk dinobatkan sebagai wabah penyakit yang menginfeksi dan meracuni moral para pemuda pada umumnya. Apalagi para mahasiswa yang jauh dari pengawasan orang tua, interaksi lawan jenis yang tidak terbatas baik di kampus maupun di luar kampus, serta pendidikan agama yang semakin minim, jelas hal ini rentan sekali menimbulkan perbuatan zina, na’udzubillah.
>>Bahayanya Zina
Allah ta’ala telah berfirman :
“Dan orang orang yang tidak menyembah Tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina kecuali orang orang yang bertaubat ” (QS. Al Furqan, 68 –69 ).
Dari keterangan ayat di atas, Allah ta’ala menggabungkan antara dosa zina dengan dosa syirik dan dosa membunuh manusia, sehingga hukuman yang diberikan adalah kekal dalam azab neraka dan dilipat gandakan siksaannya, selama pelakunya tidak bertaubat, beriman dan beramal shalih. Perbutan zina adalah perilaku keji yang hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki jiwa yang kotor lagi rendah. Sungguh Allah ta’ala sangat membenci perbutan zina itu, hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wasallamdi saat shalat gerhana matahari, beliau bersabda:
يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَاللهِ لاَ أَحَدَ أَغْيَرُ مِنَ اللهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَاللهِ لَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْكَثِيْرًا، ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ وَقَالَ: اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ؟“Hai ummat Muhammad, demi Allah, tak ada satupun yang lebih pencemburu dari Allah ketika ada seorang hamba-Nya yang laki-laki atau perempuan berbuat zina. Hai ummat Muhammad, demi Allah, sekiranya kalian mengetahui seperti apa yang aku ketahui, tentu kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya seraya berkata, “Ya Allah, bukankah aku sudah sampaikan?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketika disebutkan perbuatan zina oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wasallamdisaat sholat gerhana matahari, maka penyebutan dosa zina termasuk salah satu dosa besar yang pelakunya sangat Allah benci dan murkai. Maka tidaklah mengherankan ketika Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallammengabarkan bahwa pelaku zina adalah mayoritas penduduk neraka, beliau sholallohu ‘alaihi wasallambersabda :
أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ الفَمُ وَالفَرْجُ“Yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka ialah lidah dan kemaluan.” (HR. Ahmad dan At Turmudzi, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam silsilah hadits shahih).
>>Zina VS Nikah
Kapan Aku Mahir Bahasa Arab?
Umumnya orang yang belajar bahasa arab memiliki semangat yang gigih dan melakukan proses belajar yang terus menerus.
Bahasa apapun, termasuk bahasa arab, ibarat puzzle raksasa yang tak akan utuh dan sempurna tersusun dalam satu waktu pada satuan detik, hari, minggu, atau bulan. Lebih tepatnya kita berbicara satuan tahun karena ketika ini ditanyakan kepada mereka yang sudah bisa berbahasa arab, mereka tidak akan mampu menjawab pada detik, hari, pekan, bulan ke berapa mereka telah menguasai bahasa ini.
Tapi tenang saja, periode dalam proses belajar tidak akan terasa jika memang proses ini dinikmati, dinikmati sebagai langkah ibadah dan menuju pribadi yang lebih. Bersabar dalam waktu-waktu belajar dan menempa diri dengan ilmu adalah salah satu kenikmatan.
Tidak setiap orang diberi kesabaran dalam merentas waktu. Buktinya akan didapati bahwa rekan-rekan yang dahulunya bersama dalam belajar kini hanya 2 atau 3 orang yang setia duduk di hadapan ustadznya. Sebagiannya gugur di tengah jalan.
Intinya, semangat untuk cepat menguasai bahasa arab secara utuh adalah wajar dan bagus sekali namun mesti mengingatkan diri pribadi bahwa semuanya butuh waktu.
>>Lantas bagaimana kalau cara ustadznya mengajar tidak menarik??
Segala puji bagi Allah yang telah menggariskan salah satu prinsip ahlussunnah wal jama’ah yaitu berkepentingan terhadap ilmu baik pencapaian, penyebaran dan pengamalannya.
Orang yang menuntut ilmu adalah orang yang “rakus” terhadap ilmu dan mereka begitu gigih. Tidak hanya teori namun ini memang realita jika obyek yang anda perhatikan adalah mereka yang bermanhaj salaf.
Dari ini, dominasi rasa ‘rakus’ terhadap ilmu diharapkan bisa mengalahkan cara mengajar ustadz yang (dianggap) tidak menarik. Ingat, ini hanyalah ketidaktepatan “cara” mengajar bukan cacat dalam esensi ilmu itu sendiri yang beliau sampaikan.
Para ulama menasehati agar sabar terhadap proses belajat termasuk sabar tentang kekurangan cara yang dianggap tidak menarik.
Memang benar dan tidak dipungkiri bahwa ustadz yang satu memiliki kelebihan dalam cara mengajar namun tidak begitu dengan ustadz yang lain.
Sebagian thullab non ma’had, dengan alasan ini, meninggalkan majelis ilmu, termasuk pembelajaran bahasa arab, padahal sang ustadz berkompeten.
Ini disayangkan karena sama saja dengan menghalangi diri dengan ilmu. Ingatlah bahwa para ulama menegaskan bahwa:
“sesuatu yang tidak bisa diraih seutuhnya maka tidak ditinggalkan seluruhnya.”
Cara mengajar sang ustadz yang dianggap tidak menarik tidak bisa dijadikan alasan untuk meninggalkan ilmu seutuhnya, termasuk bahasa arab. Karena ini akan merugikan diri pribadi.
Terakhir, ulama juga menegaskan bahwa Allah mengharamkan “tangan hampa” bagi orang yang benar-benar mencari ilmu, dengan makna lain bahwa pasti akan ada faidah yang bisa dipetik dari setiap majelis selama hati benar-benar jujur meniatkan ilmu walau dengan ketidaksempurnaan cara mengajar sang ustadz.
Wallahu a’lam. . .
~copas status nasihat Via Fachrian ~
Bahasa apapun, termasuk bahasa arab, ibarat puzzle raksasa yang tak akan utuh dan sempurna tersusun dalam satu waktu pada satuan detik, hari, minggu, atau bulan. Lebih tepatnya kita berbicara satuan tahun karena ketika ini ditanyakan kepada mereka yang sudah bisa berbahasa arab, mereka tidak akan mampu menjawab pada detik, hari, pekan, bulan ke berapa mereka telah menguasai bahasa ini.
Tapi tenang saja, periode dalam proses belajar tidak akan terasa jika memang proses ini dinikmati, dinikmati sebagai langkah ibadah dan menuju pribadi yang lebih. Bersabar dalam waktu-waktu belajar dan menempa diri dengan ilmu adalah salah satu kenikmatan.
Tidak setiap orang diberi kesabaran dalam merentas waktu. Buktinya akan didapati bahwa rekan-rekan yang dahulunya bersama dalam belajar kini hanya 2 atau 3 orang yang setia duduk di hadapan ustadznya. Sebagiannya gugur di tengah jalan.
Intinya, semangat untuk cepat menguasai bahasa arab secara utuh adalah wajar dan bagus sekali namun mesti mengingatkan diri pribadi bahwa semuanya butuh waktu.
>>Lantas bagaimana kalau cara ustadznya mengajar tidak menarik??
Segala puji bagi Allah yang telah menggariskan salah satu prinsip ahlussunnah wal jama’ah yaitu berkepentingan terhadap ilmu baik pencapaian, penyebaran dan pengamalannya.
Orang yang menuntut ilmu adalah orang yang “rakus” terhadap ilmu dan mereka begitu gigih. Tidak hanya teori namun ini memang realita jika obyek yang anda perhatikan adalah mereka yang bermanhaj salaf.
Dari ini, dominasi rasa ‘rakus’ terhadap ilmu diharapkan bisa mengalahkan cara mengajar ustadz yang (dianggap) tidak menarik. Ingat, ini hanyalah ketidaktepatan “cara” mengajar bukan cacat dalam esensi ilmu itu sendiri yang beliau sampaikan.
Para ulama menasehati agar sabar terhadap proses belajat termasuk sabar tentang kekurangan cara yang dianggap tidak menarik.
Memang benar dan tidak dipungkiri bahwa ustadz yang satu memiliki kelebihan dalam cara mengajar namun tidak begitu dengan ustadz yang lain.
Sebagian thullab non ma’had, dengan alasan ini, meninggalkan majelis ilmu, termasuk pembelajaran bahasa arab, padahal sang ustadz berkompeten.
Ini disayangkan karena sama saja dengan menghalangi diri dengan ilmu. Ingatlah bahwa para ulama menegaskan bahwa:
“sesuatu yang tidak bisa diraih seutuhnya maka tidak ditinggalkan seluruhnya.”
Cara mengajar sang ustadz yang dianggap tidak menarik tidak bisa dijadikan alasan untuk meninggalkan ilmu seutuhnya, termasuk bahasa arab. Karena ini akan merugikan diri pribadi.
Terakhir, ulama juga menegaskan bahwa Allah mengharamkan “tangan hampa” bagi orang yang benar-benar mencari ilmu, dengan makna lain bahwa pasti akan ada faidah yang bisa dipetik dari setiap majelis selama hati benar-benar jujur meniatkan ilmu walau dengan ketidaksempurnaan cara mengajar sang ustadz.
Wallahu a’lam. . .
~copas status nasihat Via Fachrian ~
5.09.2013
UPDATE JADUAL KAJIAN DIVISI KEMUSLIMAHAN AL HANIF
1. Kajian Ahad
Setiap hari Ahad sore pukul 16.30-17.30, dengan materi:
Pekan ke 1 Fiqih oleh Ust. Fathullah Burhan
Pekan ke 2 Kitab Riyadhusshalihin oleh Ust. Ubaidillah Masyhadi
Pekan ke 3 Aqidah oleh Ust. Muh. Ridjal
Pekan ke 4 tematik oleh ust. Fityan Amali, Lc.MPd.
Catatan: - Jika ada Muhadhoroh pada ahad pagi maka kajian sore diliburkan.
- Jika ada kajian setiap 2 bulan sekali pada pekan ke 3 oleh Ust. Abu Isa maka kajian sore diliburkan.
PJ Ummu Afifah Eny Marwanti 087871315336
2. Kajian Tahsin Al Qur’an
Setiap hari Selasa sore pukul 16.00-17.30 dengan kelas Iqra’ dan kelas Tajwid.
PJ Ros Rosmayati 087771259897
3. Kajian Ta’shiliyah
Setiap hari Rabu sore pukul 16.00-17.30, bersama Ustadzah Liana Suciawati Ummu Fadhl dengan materi:
Pekan ke 1 Kitab Syarah Al Wajibat
Pekan ke 2 Kitab Syarah Arba’in An Nawawi
Pekan ke 3 Tazkiyatun Nufus
Pekan ke 4 Kitab Tafsir Juz ‘Amma.
PJ Ummu Rosyid 087771952084
4. Kajian Bahasa Arab (KABAR) Pemula
Setiap hari Kamis sore pukul 16.00-17.30 (membahas kitab Durusul Lughoh Al Arobiyah)
PJ Ummu Ihsan Yuyun Sugiarti 087871669817
5. Kajian Khusus Asatidzah SDIT dan SMPIT Al HANIF
Setiap hari Jum’at pukul 11.30 – 12.30
PJ Mumu Awanah 087871156671
5. Kajian Bahasa Arab (KABAR) Lanjutan
Setipa hari Ahad pukul 09.00 – 12.00 (Membahas Kitab Nahwu Al Muyassar, Kitabut Tashrif dan Al Arobiyah baina Yadaik)
Catatan: Jika ada Muhadhoroh pada hari Ahad pagi maka KABAR Lanjutan dimajukan pada hari Sabtu dengan jam yang sama.
PJ Yuliyana Ummu Ibrahim 087878878837
SEMUA KEGIATAN INI DISELENGGARAKAN DI KOMPLEK IMAM AN NAWAWI CIBEBER, CILEGON, BANTEN
(Bagi yang ingin mendapat info tentang kegiatan-kegiatan di atas silahkan menghubungi penanggung Jawab masing-masing kegiatan dengan nomor contact yang telah dicantumkan).
Setiap hari Ahad sore pukul 16.30-17.30, dengan materi:
Pekan ke 1 Fiqih oleh Ust. Fathullah Burhan
Pekan ke 2 Kitab Riyadhusshalihin oleh Ust. Ubaidillah Masyhadi
Pekan ke 3 Aqidah oleh Ust. Muh. Ridjal
Pekan ke 4 tematik oleh ust. Fityan Amali, Lc.MPd.
Catatan: - Jika ada Muhadhoroh pada ahad pagi maka kajian sore diliburkan.
- Jika ada kajian setiap 2 bulan sekali pada pekan ke 3 oleh Ust. Abu Isa maka kajian sore diliburkan.
PJ Ummu Afifah Eny Marwanti 087871315336
2. Kajian Tahsin Al Qur’an
Setiap hari Selasa sore pukul 16.00-17.30 dengan kelas Iqra’ dan kelas Tajwid.
PJ Ros Rosmayati 087771259897
3. Kajian Ta’shiliyah
Setiap hari Rabu sore pukul 16.00-17.30, bersama Ustadzah Liana Suciawati Ummu Fadhl dengan materi:
Pekan ke 1 Kitab Syarah Al Wajibat
Pekan ke 2 Kitab Syarah Arba’in An Nawawi
Pekan ke 3 Tazkiyatun Nufus
Pekan ke 4 Kitab Tafsir Juz ‘Amma.
PJ Ummu Rosyid 087771952084
4. Kajian Bahasa Arab (KABAR) Pemula
Setiap hari Kamis sore pukul 16.00-17.30 (membahas kitab Durusul Lughoh Al Arobiyah)
PJ Ummu Ihsan Yuyun Sugiarti 087871669817
5. Kajian Khusus Asatidzah SDIT dan SMPIT Al HANIF
Setiap hari Jum’at pukul 11.30 – 12.30
PJ Mumu Awanah 087871156671
5. Kajian Bahasa Arab (KABAR) Lanjutan
Setipa hari Ahad pukul 09.00 – 12.00 (Membahas Kitab Nahwu Al Muyassar, Kitabut Tashrif dan Al Arobiyah baina Yadaik)
Catatan: Jika ada Muhadhoroh pada hari Ahad pagi maka KABAR Lanjutan dimajukan pada hari Sabtu dengan jam yang sama.
PJ Yuliyana Ummu Ibrahim 087878878837
SEMUA KEGIATAN INI DISELENGGARAKAN DI KOMPLEK IMAM AN NAWAWI CIBEBER, CILEGON, BANTEN
(Bagi yang ingin mendapat info tentang kegiatan-kegiatan di atas silahkan menghubungi penanggung Jawab masing-masing kegiatan dengan nomor contact yang telah dicantumkan).
5.08.2013
al 'arobiyatu lughotun sahlatun
Katakan, "Aku cinta dg bahasa Arab dan aku ingin bisa berbahasa Arab"Mengapa?
Karena, dg menguasai bahasa Arab kita bisa...
-- Menikmati lantunan ayat2 Al-Qur'an yg sedang kita baca atau kita dengarkan dan langsung tau maknanya tanpa harus membuka mushaf terjemahan (katanya hal ini rasanya "dahsyat" banget!)
-- Membaca kitab2 hasil karya ulama tanpa orang ketiga/penerjemah, (meski tetap butuh dibimbing oleh guru agar tdk salah memahami)
-- Mendengarkan muhadharah2 para ulama Timur Tengah langsung tanpa penerjemah
-- Mengajari orang lain yg belum bisa bahasa Arab
dll.
Mudah2an Allah memudahkan kita utk belajar bahasa Arab dan menguasainya, aamiin...
~copas~
Karena, dg menguasai bahasa Arab kita bisa...
-- Menikmati lantunan ayat2 Al-Qur'an yg sedang kita baca atau kita dengarkan dan langsung tau maknanya tanpa harus membuka mushaf terjemahan (katanya hal ini rasanya "dahsyat" banget!)
-- Membaca kitab2 hasil karya ulama tanpa orang ketiga/penerjemah, (meski tetap butuh dibimbing oleh guru agar tdk salah memahami)
-- Mendengarkan muhadharah2 para ulama Timur Tengah langsung tanpa penerjemah
-- Mengajari orang lain yg belum bisa bahasa Arab
dll.
Mudah2an Allah memudahkan kita utk belajar bahasa Arab dan menguasainya, aamiin...
~copas~
Tundukan pandangan mu wahai pejuang dakwah
Berbuat baik memang diperintahkan,
namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis.
Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang...
jaga diri yaa ukhti, hindari komunikasi berlebih dengan lawan jenis di dunia maya, apa lagi di dunia nyata...
tundukan pandangan mu wahai ikhwan pejuang dakwah.
Tidaklah nyaman ketika mata-mata kalian mengikuti langkah kami berjalan..
wahai ukhti,
saling menasihati sangat baik, namun.. tempatkan nasihat sesuai dengan tempatnya..
saudarimu lebih membutuhkan nasihat dibanding dengan saudaramu..
Jangan hiraukan ikhwan pejuang dakwah yang sering berinteraksi denganmu,, sesungguhnya pejuang dakwah yang sebenarnya hendaknya menahan interaksi terhadap lawan jenis sampai tiba waktunya, ketika engkau saling melengkapi.. melengkapi untuk membangun keluarga baru..
~pojok kamar, kaliurang of jogja~
namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis.
Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang...
jaga diri yaa ukhti, hindari komunikasi berlebih dengan lawan jenis di dunia maya, apa lagi di dunia nyata...
tundukan pandangan mu wahai ikhwan pejuang dakwah.
Tidaklah nyaman ketika mata-mata kalian mengikuti langkah kami berjalan..
wahai ukhti,
saling menasihati sangat baik, namun.. tempatkan nasihat sesuai dengan tempatnya..
saudarimu lebih membutuhkan nasihat dibanding dengan saudaramu..
Jangan hiraukan ikhwan pejuang dakwah yang sering berinteraksi denganmu,, sesungguhnya pejuang dakwah yang sebenarnya hendaknya menahan interaksi terhadap lawan jenis sampai tiba waktunya, ketika engkau saling melengkapi.. melengkapi untuk membangun keluarga baru..
~pojok kamar, kaliurang of jogja~
5.07.2013
INI PINTA DARIKU
Tidaklah aku mencari yang sempurna.
Cukup untuk engkau ketahui saja.
Jaga agamamu.
Jaga akhlakmu.
Jaga lisanmu.
Jaga amal ibadahmu.
Setelah itu datanglah ke rumahku.
Lalu lamarlah aku.
~copas~
Tidaklah aku mencari yang sempurna.
Cukup untuk engkau ketahui saja.
Jaga agamamu.
Jaga akhlakmu.
Jaga lisanmu.
Jaga amal ibadahmu.
Setelah itu datanglah ke rumahku.
Lalu lamarlah aku.
Cukup untuk engkau ketahui saja.
Jaga agamamu.
Jaga akhlakmu.
Jaga lisanmu.
Jaga amal ibadahmu.
Setelah itu datanglah ke rumahku.
Lalu lamarlah aku.
~copas~
Langganan:
Postingan (Atom)