5.22.2012

On process



Cadar…
Denger kata tersebut rasanya ingin memakainya.. bukan cuma slayer yang biasa dipakai, selama ini kalau saya kajian sebisa mungkin menggunakan slayer dengan warna yang sama dengan jilbabnya.. tapi itu kan cuma sementara, setelah itu kembali melepasnya..
Kadang iri, kalau liat ummahat yang udah pakai jilbab yang bener-bener lengkap dengan cadarnya.. lebih anggun aja ngeliatnya, n pastinya terlindungi dari mata-mata jahil.
Niat sudah tertanam dihati tapi pelaksanaannya masih belum tau kapan.
Apa saya harus menikah dulu baru menggunakan cadar??. Tapi gak harus nikah dulu kan kalau mau bercadar, banyak mba-mba yang belum nikah udah bercadar -_-“. Sekeliling saya pun hanya tau saya menikah yah hanya untuk menikah, menyempurnakan setengah dien. Padahal, saya menikah yah karena saya rindu,,, rindu ingin segera mengenakan pakaian syar’i secara afdol, hijab yang bukan sekedar hijab, tapi hijab yang benar-benar melindungi diri untuk meminimalisir zina mata..
Rasanya aneh, ketika saya kelak menggunakan cadar dan masih berada dilingkungan yang tingka

5.03.2012

PASUKAN ’07 ENVIRO UII



Perlahan tapi pasti, gak terasa hampir 5 tahun di Jogja. Banyak proses pembenahan yang perlahan dan pasti terlewati. Mulai dari awal masuk kuliah yang sama sekali gak tau apa itu kuliah, dan sekarang sudah menginjak masa transisi menuju ke jenjang yang lebih tinggi.
Jenjang yang tinggi itu yah macem-macem, tergantung mau anggepnya apa, bisa ke dunia kerja bahkan dunia keluarga. (rasanya nih blog kok yo isinya kek udah pengen berkeluarga).
Reuni  kecil ini mungkin reuni kisah keluarga enviro’07 yang masih bisa dibuat cerita. Entah kapan kita bisa ngumpul bareng kayak gini. Semua sudah kembali ke kota masing-masing, dan ada juga yang ke rantau orang. Temen-temen kuliah buat saya yah sensasinya emang beda. Disini, saya punya teman seluruh Indonesia, dan untuk bersapa lagi butuh nyebrang pulau yang jaraknya beribu kilometer untuk berkunjung dari satu temen ke temen lain. 
Semoga kita bisa ketemu dilain waktu dengan keadaan yang jauh lebih baik,,
Salam kangen pasukan ‘07 enviro-UII Jogja
*tag Tya,ade,tika,yebi,yuda,ipit, riski,use;
#senggol;hanun,tyas,novi,oneng,puspa,bundo,nia,oho,agil,agung,adit,uli,tyo,heri,yofi,aris,candra.
Jogja 18 April 2012; 09.00pm @resto penggila sapi pojok concat ^^







3.30.2012

Remove and delete all


Sedang berusaha menghilangkan kesan negatif dengan sekitarnya. Semua yang kita lakukan, harus dilandasi dengan hal yang positif, kalau istilah mengakheratnya husnudzon. Yup, sikap itu yang sedang saya perlukan.
Apapun yang terjadi, kalau hasilnya enggak sesuai dengan kehendak kita, yah Qodarullah. Tapi… bukan berarti kita harus pasrah toh menerima keadaan. Ada aksi dan reaksi, halah jadi ngomong apa ini gara-gara syndrome jadi anak teknik kimia.
Terkadang saya kecewa dengan keadaan yang begini, tapi semua itu mengajarkan saya untuk bersabar. Semoga saya tetap bisa sabar dan berpikir hal positif untuk segala kasus. Sebenernya, sakit hati itu berlandaskan

ALLAH SEBAIK-BAIK PENOLONG

Masalah dan masalah.. hidup ini emang penuh dengan masalah yang harus diselesaikan. Masalah juga yang mengajarkan sekaligus menguji kemampuan kita dalam bertindak. Ketika masalah itu bertubi-tubi datang, kadang saya sendiri butuh support dari kerabat terdekat. Namun, enggak selamanya kerabat terdekat itu ada dan meluangkan waktunya untuk kita. Mereka juga punya masalah lain yang harus mereka selesaikan.
Kecewa dengan mereka, jelas pasti ada. Disaat kita butuh mereka, tapi mereka enggak bisa. Jangankan enggak bisa, bahkan merespon kita untuk sekedar berkata “Maaf, engga bisa bantu”, nothing alias not respon. Yah, gitu yah sifat manusia mayoritas, dekat disaat membutuhkan kata pribahasanya, kacang lupa akan kulitnya. Kalau udah gini, tinggal merana aja deh, istigfar minta diberi kesabaran menghadapi ulah seperti itu.

3.13.2012

what will happen if..

11 maret 2011
terlalu banyak uneg-uneg, pengen rasanya ngungkapin ke orang yang tepat.. tapi yah tapi, banyak pertimbangan yang entah kenapa rasanya gak perlu mengkhususkan seseorang. Ketika orang tersebut pergi, kita pasti ngerasa kehilangan, gak usah pergi deh.. kesannya dramatisir banget, ketika orang yang kita percaya mengkhianati kita, baru deh kerasa kalau teman jadi lawan.
Begitu juga dengan teman hidup *jieh udah kearah sini nih pasti bahasannya lebih serius.. iya teman hidup, pasangan kita yang menemani dikala tua. Hal itu masih jadi misteri entah siapa jodoh saya, jodoh kamu, dan jodoh-jodoh kalian yang udah ditetapkan jauh sebelum kita terlahir di dunia.
Untuk masalah jodoh, emang gak boleh asal pilih. Semua harus selektif, karena nanti suami/istri kita nanti yang akan menciptakan suatu keharmonisan di dalam keluarga mungil kita nanti. Duuh, kalau udah ngomongin keluarga, rasanya pengen banget secepatnya menyempurnakan ibadah yang satu ini. Meskipun ada rasa takut yah yang sebaiknya bukan dalam topik pada bahasan ini, tapi ada rasa ingin menyegerakan. Teknologi sekarang makin canggih, komunikasi juga semakin mudah, ikhtilah dengan mudahnya terjadi. Ada rasa ragu saya sekolah di sekolah umum. Pengen rasanya dulu ketika tawaran untuk mondok (istilah keren masuk pesantren) di daerah Bogor sana. Melihat prospek nilai ujian saya yang lumayan di atas rata-rata saat masuk ke SMP, jadi mengurungkan niat saya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan agama. Sekarang, sisa menyesal dengan hafalan alqur’an yang berjalan lambat.

2.08.2012

Cara Mudah Menghafal Alqur'an

Hamdhan Siregar created a doc.

kami akan berikan penjelasan tentang CARA MUDAH MENGHAFAL AL QUR’AN yang ditulis oleh Syeikh Abdul Muhsin Al-Qasim. Beliau adalah Imam dan Khatib di Masjid Nabawi. Semoga Artikel kali ini bermanfaat dan dapat menambah semangat kaum Muslimin untuk dapat menyelesaikan hafalan Al Qur’an yang mulia:
Sumber : Salafyunpad.wordpress
 

2.06.2012

Sebut Saja MUSLIM...! Bukan SALAFY...!




Allah telah menamakan kita Muslim, lalu mengapa menisbatkan diri kepada Salaf..?
Keraguan ini telah dijawab dengan sangat indah oleh Imam Al-Albani dalam diskusinya dengan seseorang pada topik ini, direkam dalam kaset dengan judul “Saya Salafi” (Ana Salafi), dan berikut adalah pemaparan bagian penting dari diskusi tersebut.